Tahun Ini Kemenag Fokus Penuhi Kebutuhan Guru PAI

Tahun Ini Kemenag Fokus Penuhi Kebutuhan Guru PAI

Tahun Ini Kemenag Fokus Penuhi Kebutuhan Guru PAI

Tahun Ini Kemenag Fokus Penuhi Kebutuhan Guru PAI
Tahun Ini Kemenag Fokus Penuhi Kebutuhan Guru PAI

Sekretaris Ditjen Pendis Ishom Yusqi menyampaikan bahwa Kementerian Agama tahun ini sedang fokus untuk menyelesaikan persoalan pemenuhan kebutuhan guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Hal ini disampaikan Ishom pada Kegiatan Peningatan Kompetensi Guru dan Pengawas PAI bidang ICT di Sentul, Bogor.

“Sudah lama tidak ada pengangkatan guru PAI. Guru PAI dengan NIP Kementerian

Agama sudah tinggal 10% dari total guru yang ada. Kita juga berupaya agar pengangkatan guru PAI sampai pensiunnya menjadi tanggung jawab Kementerian Agama, karena itu adalah domain Kementerian Agama,” terang Ishom seperti dilansir dalam laman resmi Kemenag, Minggu (17/9)

Ishom menambahkan, dalam PMA 42 tahun 2016, secara struktural guru PAI adalah tanggung jawab Kemenag melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Direktorat PAI. “Kita akan lakukan koordinasi dengan KEMENPAN-RB dan kementerian terkait untuk menegaskan regulasi tersebut. Pengangkatan guru Agama adalah tanggung jawab Kementerian Agama”, tegas Guru besar STAIN Ternate tersebut.

Selain itu, lahirnya UU No. 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan turut menjadi

fokus Kementerian Agama untuk menyusun buku teks agama di sekolah. Kementerian Agama berupaya menjadikan konten buku teks PAI sebagai rujukan Islam Moderat di Sekolah. Ishom menegaskan bahwa saat buku teks sudah tersedia, gurulah yang menjadi penentu arah Pendidikan agama Islam di kelas.

“Anak didik kita bisa lebih cepat mendapatkan informasi dari pada gurunya. Kalau

guru hanya berpatok pada satu satu buku atau satu kitab, maka yang disampaikan adalah pemahaman keagamaan yang sempit dan membosankan. Jadi pembuatan konten dan penyampaian pembelajaran mutlak membutuhkan revitalisasi dari guru PAI. itulah alasan guru agama harus mengenal teknologi”, ungkapnya.

Ishom menambahkan, lahirnya perpres 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter pada 6 september lalu menjadi tugas terkini PAI. Menurutnya, Islam moderat serta wawasan kebangsaan adalah karakter yang harus menjadi priositas untuk dikembangkan melalui PAI.

 

Baca Juga :