Syarat Utama Calon Rektor ITB Periode 2020-2025: Cinta Pancasila dan NKRI!

Syarat Utama Calon Rektor ITB Periode 2020-2025 Cinta Pancasila dan NKRI!

Syarat Utama Calon Rektor ITB Periode 2020-2025: Cinta Pancasila dan NKRI!

Syarat Utama Calon Rektor ITB Periode 2020-2025 Cinta Pancasila dan NKRI!
Syarat Utama Calon Rektor ITB Periode 2020-2025 Cinta Pancasila dan NKRI!

Majelis Wali Amanat Institut Teknologi Bandung (MWA ITB) membuka pendaftaran bagi warga negara Indonesia (WNI) yang ingin mendaftarkan diri sebagai calon rektor periode 2020-2025. Salah satu syarat utama untuk menjadi calon rektor ITB adalah setia pada Pancasila dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

“Persyaratan administratif calon yang baru ada tahun ini membuat surat pernyataan diri dalam format bermeterai, terkait kesetiaan pada Pancasila dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Pada waktu kita melakukan pemilihan (rektor) 2015, secara eksplisit butir ini tidak ada. Untuk kali ini sesuai kesepakatan dinyatakan secara eksplisit,” kata Sekretaris MWA ITB, Benhard Sitohang, di Gedung Rektorat ITB, Selasa (6/8).

Sebelumnya, Setara Institute melansir hasil penelitiannya pada 10 perguruan tinggi negeri di Indonesia yang menunjukkan wacana dan gerakan Islam eksklusif masih berkembang di kampus negeri. ITB merupakan salah satu perguruan tinggi negeri yang jadi objek penelitian pada bulan Februari-April 2019 lalu.

Ketua MWA ITB, Yani Panigoro, memastikan civitas akademika ITB menjunjung tinggi nilai luhur Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

“Janji kita menjunjung nilai luhur ini akan selalu kita kemukakan. Benteng ITB atas hal yang diutarakan tadi, sudah berlangsung lama. Rektor sekarang sangat concerned soal itu, selalu mengambil action, untuk ITB benar-benar terjadi atmosfer akademik. Kita kedepankan dan pentingkan itu,” terang Yani soal mengantisipasi pemikiran dan gerakan Islam eksklusif di ITB.

Penjaringan calon rektor ini seiring dengan berakhirnya masa jabatan Kadarsah Suryadi sebagai Rektor ITB periode 2015-2020 pada 20 Januari 2020 mendatang.

“Penutupan itu tanggal 30 Agustus 2019, jadi silakan mendaftar jika mau jadi rektor. Siapa saja boleh,” kata Yani.

Pendaftar harus memiliki ijazah pendidikan akademik doktor dan berusia kurang dari 60 tahun saat pelantikan tanggal 20 Januari 2020 mendatang. Rektor terpilih nantinya harus bisa mengatur operasionalisasi dari 52 program studi yang ada di kampus tersebut.

Selain itu, sambung Benhard, setiap calon harus bersedia mengikuti seluruh proses

pemilihan seperti assessment yang diperlukan dari berbagai pihak, nonaktif dari jabatan yang mengandung konflik kepentingan, dan belum pernah terlibat dan bebas masalah pidana. Calon rektor juga harus merupakan, nonpartisan, bukan anggota atau pengurus partai dan afiliasinya, dan tidak terlibat dalam organisasi masyarakat yang tidak berasaskan Pancasila.

Terkait lowongan posisi rektor itu, ITB menawarkan gaji sekitar Rp 50 juta setiap bulannya. “Kalau mau (gaji) yang lebih besar jadi direktur Bank Mandiri,” kata Yani sembari bercanda.

Ia mengungkapkan, pelantikan rektor mendatang berbarengan dengan usia ITB

yang menginjak 100 tahun. Dengan jumlah alumni yang sudah mencapai 100 ribu orang dengan student body sekitar 23 ribu mahasiswa, pimpinan ITB mendatang harus bisa menjawab tantangan zaman seperti revolusi 4.0. “Siapa pun calon rektor harus memikirkan 100 tahun ke depan ITB bakal bagaimana,” terang Yani.

MWA dan Senat Akademik ITB sampai saat ini belum mengumumkan tahapan proses pemilihan rektor periode 2020-2025. Seusai mendaftar lewat aplikasi, para calon rektor akan menjalani penilaian secara internal pada 2 September 2019 mendatang.

“Diharapkan rektor sudah terpilih akhir November 2019 sesuai peraturan yang

ada, rektor terpilih tiga bulan sebelum masa jabatan rektor berakhir,” imbuh Yani sembari menambahkan rektor incumbent masih bisa mengikuti proses pemilihan tersebut.

 

Sumber :

https://nisachoi.blog.uns.ac.id/sejarah-sultan-baabullah/