Siswa MAN 1 Kudus Ciptakan Detektor Erupsi Gunung Api

Siswa MAN 1 Kudus Ciptakan Detektor Erupsi Gunung Api

Siswa MAN 1 Kudus Ciptakan Detektor Erupsi Gunung Api

Siswa MAN 1 Kudus Ciptakan Detektor Erupsi Gunung Api
Siswa MAN 1 Kudus Ciptakan Detektor Erupsi Gunung Api

Alayya Zahwa dan Alfi Fatimatuz Zahro siswi kelas X MIPA Madrasah Aliyah Negeri

(MAN) 1 Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berhasil menciptakan alat detektor robotik gunung api. Alat tersebut untuk memonitor suhu, getaran, dan gas karbon monoksida (CO) sebagai peringatan dini terjadinya bencana gunung meletus, berbasis layanan pesan singkat (SMS).

Inovasi diciptakannya alat itu terinspirasi dari banyaknya gunung berapi yang sering meletus dan dikhawatirkan mengakibatkan korban jiwa. Detektor itu diberi nama Robot Mosugemo, singkatan dari monitoring suhu, getaran dan karbon monoksida.

Menurut Alfi, cara kerja robot tersebut menggunakan alat sensor, yakni dengan

mendeteksi adanya peningkatan suhu, getaran, dan peningkatan kadar gas karbon monoksida di lokasi penempatan robot. Selanjutnya, robot akan mengirimkan peringatan melalui SMS ke nomor telepon yang sudah ditentukan. Peringatan dini yang diberikan lewat SMS, yakni waspada meningkatnya gas CO, waspada suhu meningkat, dan waspada ada getaran.

Persiapan untuk membuat robot tersebut dimulai sejak 11-15 Oktober 2018.

Awalnya ide yang dimiliki untuk mendeteksi getaran saja, kemudian dikembangkan oleh guru pembimbing untuk indikator suhu dan gas CO. Diakui dalam pembuatan Mosugemo, terkendala beberapa bahan yang sulit ditemukan di Kudus.

“Bahan yang digunakan mulai dari arduino uno R3, modul GSM, sim 900, sensor suhu DHT 11, sensor getaran, dan sensor gas MQ7,” ujar Alfi.

 

Sumber :

http://syifa.student.ittelkom-pwt.ac.id/sejarah-nkri/