Sejarah Kuno Bintang

Sejarah Kuno Bintang

Sejarah Kuno Bintang

Sejarah Kuno Bintang

Ribuan tahun yang lalu sejak zaman Mesir kuno

ilmu perbintangan telah dikenal di masyarakat, walaupun masih dalam kepercayaan tahayul dan mitos- mitos. Konsep masyarakat Mesir kuno tentang matahari, bulan, dan bintang- bintang masih sederhana dan keliru. Bumi masih dianggap sebagai pusat dari peredaran matahari, bulan dan bintang-bintang.


Formasi bintang-bintang tertentu yang berbentuk gambaran hewan atau lainnya (yang kemudian disebut rasi bintang) dijadikan ramalan penasiban, bahkan bintang-bintang yang terang dan menarik perhatian orang akan diartikan sebagai petunjuk lahirnya pemimpin dunia.


Warisan peradaban kuno itu sampai sekarang masih tersisa. Misalnya meramal nasib berdasarkan tanggal dan bulan kelahiran seseorang, yaitu yang disesuaikan dengan munculnya rasi bintang tertentu ketika seseorang dilahirkan. Rasi bintang yang digunakan untuk meramal biasanya rasi bintang zodiak. Zodiak adalah 12 rasi bintang sepanjang ekliptika membentuk gelang melingkari garis edar bumi mengelilingi matahari.


Dua belas rasi bintang itu sudah kita kenal yaitu, Capricornus, Pisces, Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo Libra, Scorpio dan Sagitarius. Pada awal tahun 2007, rasi zodiac ditambah satu lagi yaitu rasi Ophiuchus (pawang ular) yaitu muncul pada 29 November samapi dengan 18 Desember.


Selain zodiac, terdapat pula rasi bintang yang lainnya yang sangat terkenal seperti rasi crux yang terkenal sebagai rasi salib atau di Jawa dikenal dengan nama gubuk menceng. Rasi ini berada yang terletak di belahan langit selatan. Jika orang dalam perjalanan kehilangan arah di malam hari, dapat melihat kedudukan rasi bintang ini. Bentuk rasi ini seperti laying-layang. Untuk menentukan titik selatan caranya dengan menarik garis lurus binatng yang paling atas kea rah bumi melalui bintang yang paling bawah. Ujung garis dan seterusnya adalah titik selatan yang sesungguhnya.


Namun jika berada di belahan bumi utara, di sebagian tempat tidak akan melihat rasi bintang gubuk menceng karena bumi berbentuk bulat. Sebagai gantinya di belahan bumi utara dapat memperhatikan rasi bintang ursa minor atau bahasa lainnya juga disebut dengan biduk besar atau beruang besar. Pada ujung ursa minor terdapat bintang Polaris. Seandainya ada orang berdiri di titik kutub utara bumi dan menengadah di langit maka tepat di atas ubun-ubunnya ada bintang Polaris.


Rasi orion waluku dapat dilihat di sebelah barat, tengah dan timur. Kedudukan rasi ini dugunakan petani sebagai pentujuk waktu bercocok taman. Bila orion terbit maka menandakan waktunya bercocok tanam. Bila terbenam maka menandakan musim hujan lebat.


Rasi kala atau scorpio menyerupai bentuk kalajengking. Rasi ini dapat digunakan untuk menunjukkan arah tenggara (Yani, 2009).


Sumber: https://baliactivities.co.id/lords-castles-apk/

Author: ixa8f