Sejarah dan Perkembangan Perbandingan Agama di Bagian Barat

Sejarah dan Perkembangan Perbandingan Agama di Bagian Barat

Sejarah dan Perkembangan Perbandingan Agama di Bagian Barat

  1. Zaman Yunani dan Romawi

Herodotus adalah seorang sejarawan berkebangsaan Yunani, ia bisa dikatakan orang mula pertama yang menganggap pentingnya memperhatikan masalah agama-agama orang lain yang bukan bangsa Yunani. Ia hidup sekitar tahun 484-425 sebelum Masehi.[1] Herodotus seorang pengembara yang tekun, tidak kurang dari 50 bangsa dan suku pernah ia kunjungi. Setiap kali ia mengadakan kunjungan ke suatu bangsa atau suku, segala adat istiadat, kebiasaan dan agama, baik yang sekuler maupun agamis sebagian besar ia dokumentasikan dan dicatat secara rinci.

Sejarah dan Perkembangan Perbandingan Agama di Bagian Barat

Ia melakukan pengembaraan dan pencatatan terhadap agama dan adat istiadat bangsa lain bukan lantaran untuk membuktikan bahwa agama dan kebudayaan serta agama yang ia anut (Yunani) adalah yang terbaik, meskipun ia tidak percaya kepada agama bangsa lain (selain agama Yunani). Agama serta adat istiadat yang ia temui selalu dicatat dan diperlakukan secara simpati, bukan antipati dan selalu dihormati.

Herodotus mencatat dewa-dewa yang menjadi sesembahan bangsa Mesir Kuno seperti Dewa Bapastis. Dewa Yunani Kuno seperti Dewa Artunis. Ia juga mencatat nyanyian penguburan dikalangan orang-orang Babilonia.[2] (semacam talqin-tahlil dalam Islam= penulis)

Herodotus tidak merumuskan suatu teori tentang perbandingan agama, tetapi dia mengusulkan suatu teori yang disebut teori perkembangan tarikh tiga taraf. Taraf pertama manusia,  taraf kedua taraf pahlawan dan taraf ketiga taraf dewa-dewa. Namun dalam teorinya itu ia tidak memberikan perincian, dia juga tidak mau berspekulasi tentang asal-usul dewa-dewa atau pun asal-usul agama pada umumnya.[3]

Apa yang dilakukan Herodotus, ia lebih banyak hanya menunjukkan data dripada menerangkan data, tapi tampaknya dalam uraiannya ia beupaya bersikap obyektif dan apa yang dilakukannya merupakan sumbangan yang besar terhadap ilmu perbandingan agama.

Penulis liannya selain Herodotus antara lain :

Berossus, ia seorang pendeta Bel dari Chaldea. Berossus telah menerbitkan buku dengan judul “Babylonika”. Disamping itu juga mengumpulkan mite-mite bangsa Asseria yang kemungkinan besar dasar-dasar informasinya berasal dari dokumen-dokumen asli, ia juga menulis dengan panjang lebar mengenai astrologi.[4] Sehingga karena sumbangannya itu mempercepat berkembangnya ilmu tersebut (astrologi).

Selanjutnya penulis lainnya adalah Hecatasus (365-275 SM), ia telah menulis  tentang ketentuan bangsa Mesir. Strabo seorang geografis [5]besar dalam karyanya “The Geography” yang terdiri dari 17 jilid dengan isi yang cermat ia melengkapi uraian gembaran mengenai agama Yunani Kuno dan agama-agama suku-suku yang bukan yunani pada waktu itu. Ia juga membedakan tiga bentuk dasar masyarakat. Yaitu : bentuk masyarakat perdusunan  nomadik, masyarakat petani menetap, dan masyarakat negara kota.

Penulis lainnya adalah Varro, ia menulis buku dengan judul “Roman Antiotios” sebanyak 40 jilid. Karangannya tersebut merupakan gudang informasi mengenai agama-agama kuno. Penulis lainnya adalah Cicero, ia adalah rekan Varro. Cicero adalah seorang penulis produktif. Ia sebagai ahli hukum, juga aktif dibidang politik dan ahli pidato.  Menurut pandangannya pada dasarnya ada dua macam hukum, ada hukum buatan manusia dan ada yang buatan Tuhan. Hukum Tuhan adalah abadi dan universal, berlaku disemua tempat dan segala zaman. Namun demikian kepercayaan agama dan praktik agama bisa saja berbeda.[6]

Selanjutnya penulis-penulis Kristen apologist, diantaranya adalah : Aristides dalam tulisannya ia mencoba menginterpretasikan tentang agama kafir, Yahudi dan Kristen. Clemant dari Alexandria, menulis tentang agama Buddha. Roger Bacon (1214-1294) menulis tentang agama- agama kafir  dan islam. Selanjutnya MarcoPolo yang menjelajah Asia Tengah pada tahun 1275 dan menghabiskan selama kurang lebih 17 tahun masa pengembaraannya telah banyak menambah  wawasan  tentang agama-agama Timur di Eropa pada waktu itu.

  1. Zaman Pencerahan

Pada zaman pencerahan mulai dijumapai lagi penyelidikan terhadap agama pagan.[7] Terutama disebabkan cara interpretasi Neo-Platonisme yang bersifat  alegoris. Pada tahun 1433 M Marcilio Fecino menyusun suatu karya “ Platenio teology”. Pada semua agama terdapat suatu kebiasaan tradisional, untuk mendapatkan keselamatan cukup dengan mengetahui tradisi tadi. Selanjutnya ia berpendapat semua agama itu sama nilainya.

Pada tahun 1520 M muncul buku buku tentang sejarah agama “ The Customs (adat/kebiasaan), Laws and Rites (upacara/tatacara) of all People. (Jean Boem) buku tersebut memuat tentang kepercayaan orang-orang Erofa, Asia dan Afrika.

Tokoh lainnya adalah Giovani Boccaccio dengan karya geneology (silsilah/ keturunan) of the Gods.

  1. Zaman Modern

Pada abad ke 15 dan 16 M itu dipandang sebagai perintis besar dalam studi-studi abad klasik, maka abad ke – 17 dan 18 M sebagai periode yang semakin luas dan pengkajian terhadap agama-agama semakin marak. Dalam proses perkembangan selanjutnya ilmu baru ini (ilmu perbandingan agama ) mendapat penghargaan kedudukan akademik. Untuk pertama kali lembaga pendidikan yang mengadakan jabatan dosen dalam ilmu perbandingan agama Universitas Geneva,Swiss pada tahun 1873.demikian pula di Universitas Zurich membentuk jabatan dosen dalam mata kuliah History of Religion and Biblical Geografi. Tidak berapa lama berselang ilmu perbandingan agama juga menyebar ke Negeri Belanda,pada tahun 1877 jabatan dosen mereka,C.P.Tiele diangkat sebagai guru besar di universitas Laiden dan Chantopie De La Sausaye menjadi guru besar di Universitas Amsterdam. Selanjutnya di Prancis,College de Grance sejak Desember 1879 telah membina jabatan dosen dalam sejarah agama dan sebagai pencentusnya adalah Albert Boville. Selanjutnya pada tahun 1886 Fakultas Teologi Katolik di Paris telah membuka suatu seksi dengan nama seksi ilmu ilmu agama. Kemudian ilmu perbandingan agama terus melebarkan sayapnya hingga sampai ke Belgia,pada tahun 1884 diperkenalkan mata kuliah ilmu perbandingan agama dalam kurikulum di Universitas Kebebasan di Brusel. Di Italia ilmu perbandingan agama keteki Baldessare Lablanca tahun 1886 di tunjuk untuk jabatan sejarah agama pada Universitas Roma. Di Swedia diawali dengan terbentuknya suatu jabatan bagi pengajar sejarah agama pada Fakultas Teologi Universitas Uspala tahun 1877. Selanjutnya di Jerman studi perbandingan agama dimulai pada tahun 1901 Adolf Von Harnack menyampaikan pidato pengukuhan sebagai dekan fakultas Teologi Universitas Berlin. Sedangkan di Inggris jika membicarakan ilmu perbandingan agama,mesti tertuju kepada kepada 2 nama,yaitu: Joseph Carpenter dan Andrew Martin Fairbain.  Carpenter pada tahun  1876 telah memberikan kuliah perbandingan agama pada Universitas London dan Fairbain memberi kuliah perbandingan agama pada Universitas Oxford juga pada tahun 1876.

sumber :

https://41914110003.blog.mercubuana.ac.id/infinity-loop-apk/

Author: ixa8f