Prodi Ilmu Pemerintahan Fisipol Unja Gelar Workshop

Prodi Ilmu Pemerintahan Fisipol Unja Gelar Workshop

Prodi Ilmu Pemerintahan Fisipol Unja Gelar Workshop

Prodi Ilmu Pemerintahan Fisipol Unja Gelar Workshop
Prodi Ilmu Pemerintahan Fisipol Unja Gelar Workshop

Prodi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Jambi (Fisipol

Unja), menggelar workshop dengan topik “Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik dan Perkembangan Paradigma Pemerintahan 3.0”. Workshop ini digelar di Swisbell Hotel Jambi, dengan menghadirkan 2 narasumber yakni Kepala Bidang Tata Kelola TIK dan Statistik Diskominfo Kota Jambi Afriantoni, SP.,M.Si dan Kepala Pusat Studi Reformasi Birokrasi dan Local Governance FISIP Universitas Padjajaran Yogi Suprayogi Sugandi,S.Sos.,M.A.,Ph.D. Dalam sesi pertama kegiatan diisi oleh Kepala Bidang Tata Kelola TIK dan Statistik Diskominfo Kota Jambi Afriantoni, SP.,M.Si yang membahas integrasi kebijakan dalam penyediaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), melalui satu data dalam mendukung smart city di Kota Jambi.

“Bagaimana SPBE bisa mendukung terwujudnya smart city di Kota Jambi,” kata

Afriantoni kemarin (15/10).

Dikatakannya, jika perkotaan tidak di kelola dengan baik, maka bakal timbul masalah-masalah serius dalam lingkungan. Sehingga smart city menjadi solusinya.

“Di Kota Jambi telah ada aplikasi yang mana merupakan perwujudan dari smart city yang bernama Sikoja. Dalam aplikasi ini ada banyak yang diakses, seperti Sikesal, yang dapat melaporkan secara langsung tentang kekurangan yang ada di Kota Jambi,” paparnya.

Dia menambahkan, smart city di Kota Jambi juga meiliki program-program yang merupakan perwujudan dari smart city. Contohnya Kampung Bantar. Menurutnya, Kampung Bantar adalah perwujudan bagaimana merubah sikap masyarakat, yang tadinya cuek menjadi peduli lingkungan.

“Dan masih banyak bidang lain yang menjadi komponen dari smart city di kota

jambi. Komponen yang ada di smart city di Kota Jambi, yaitu smart government, smart branding, smart economy, smart living, smart society dan smart environment. Komponen-komponen inilah yang menjadikan patokan terwujudnya smart city,” jelas Afriantoni.

Sedangkan disesi kedua, yang menjadi narasumber adalah Kepala Pusat Studi Reformasi Birokrasi dan Local Governance FISIP Universitas Padjajaran Yogi Suprayogi Sugandi,S.Sos.,M.A.,Ph.D, dirinya membahas “Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik dan Perkembangan Paradigma Pemerintahan 3.0”. Fokus pembahasan sesi ini adaah mengenai e-government. Menurut Yogi Suprayogi, pemerintahan harus menyesuaikan sistem pemerintahan dengan perkembangan generasi yang ada pada saat ini. Terdapat 4 jenis layanan e-government yakni pemerintah to citizen (G2C), pemerintah to business (G2B), pemerintah to employee (G2E) dan pemerintah to government (G2G).

“Selain infrastruktur yang maju, tentu harus diimbangi dengan masyarakat yang maju pula, agar semuanya imbang,” terang Yogi.

Dirinya menyinggung bagaimana e-government yang diwujudkan ke ranah perkuliahan. Pendidikan pun harus berkembang dalam hal elektronik ini.

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/LE7bXeP1ba