Perekonomian Kota Medan

Perekonomian Kota Medan

Perekonomian Kota Medan

Perekonomian Kota Medan
Perekonomian Kota Medan

Medan merupakan salah satu kota besar yang ada di Indonesia dan sekaligus sebagai ibukota Sumatera Utara. Kota yang terdapat di pulau Sumatera ini secara geografis terletak di antara 2 27′-2 47′ Lintang Utara dan 98 35′-98 44′ Bujur Timur. Posisi Kota Medan ada di bagian Utara Propinsi Sumatera Utara dengan topografi miring ke arah Utara dan berada pada ketinggian tempat 2,5-37,5 m di atas permukaan laut. Luas wilayah Kota Medan adalah 265,10 km2 secara administratif terdiri dari 21 Kecamatan dan 151 Kelurahan dengan jumlah penduduk 1.899.327 jiwa.

Kota Medan merupakan kota ketiga terbesar yang ada di Indonesia, maka seperti kota besar pada umumnya maka wajar bila arahan pembangunan kota yang paling mungkin berkembang di Kota Medan adalah sektor perdagangan dan industri. Maka dapat dikatakan bahwa potensi unggulan lebih menitikberatkan pada kedua sektor tersebut, apalagi dengan didukung oleh sarana dan prasarana yang ada. Kota Medan memiliki posisi yang strategis sebagai daerah yang berada pada pinggiran jalur pelayaran selat malaka dan menjadi pintu bagi arus penumpang serta perdagangan barang dan jasa, baik perdagangan domestik maupun luar negeri (ekspor-impor). Bagi penduduk Kota Medan, kegiatan perdagangan bersama aktivitas hotel dan restoran menjadi motor penggerak roda perekonomian kota. Selain itu, secara geografis kota Medan juga didukung oleh daerah-daerah yang kaya akan sumber daya alam. Kondisi ini menjadikan kota Medan secara ekonomi mampu mengembangkan berbagai kerjasama dan kemitraan yang sejajar, saling menguntungkan, serta saling memperkuat dengan daerah-daerah sekitarnya.

Secara demografi, Medan juga sedang mengalami masa transisi demografi. Kondisi menunjukkan proses pergeseran dari suatu keadaan dimana tingkat kelahiran dan kematian yang semakin menurun. Salah satu faktor yang menyebabkan penurunan tingkat kelahiran adalah perubahan pola pikir masyarakat dan perubahan sosial ekonominya, sedangkan faktor yang mempengaruhi tingkat kematian adalah adanya perbaikan gizi dan kesehatan yang memadai. Penduduk kota Medan memiliki ciri penting yaitu yang meliputi unsur agama, suku etnis, budaya dan keragaman (plural) adat istiadat. Selain potensi bisnis yang terkandung di dalamnya, terdapat juga potensi di bidang pariwisata. Kota Medan juga sangat pantas dijadikan tujuan wisata, ada beberapa lokasi yang cocok untuk dijadikan objek wisata diantaranya Danau Toba, Berastagi, dan Taman Buaya di kawasan Sunggal, berisikan 3000 ekor buaya aneka jenis. Namun wisata yang paling menarik di kota Medan adalah bangunan tuanya yang dibangun dari pertengahan abad XX di Medan. Dan sebagian besar bangunan tua itu masih ada sampai kini, indah dan memberi gambaran utuh Kota Medan pada masa yang lalu.

Selain dari sektor pariwisata, sektor lain yang juga berkembang dengan baik di kota ini yaitu sektor industri, baik industri besar maupun industri kecil. Terdapat sepuluh produk yang dijadikan andalan kota Medan bila dilihat dari segi pasarnya. Komoditi unggulan ini termasuk produk konsumsi sederhana, inisialnya perabot rumah tangga dari kayu, anyaman rotan, alas kaki dan barang hasil konveksi. Adapun komoditi unggulan dari industri kecil makanan misalnya kopi olahan, sirup markisa, bika ambon dan kerupuk ubi. Salah satu produk makanan ini, bika ambon telah menjadi buah tangan yang khas untuk dibawa bagi yang berkunjung ke kota Medan. Sedangkan bisnis kawasan industri besar hingga saat ini dapat dikatakan belum ada kenaikan yang signifikan. Hal ini mengingat penyerapan kawasan industri sangat tergantung terhadap stabilitas politik, keamanan dan ekonomi. Penurunan kepercayaan dunia usaha secara keseluruhan, akibat krisis moneter yang berkelanjutan menahan perusahaan-perusahaaan asing untuk melakukan investasi industri baru di Indonesia, akibat kondisi ekonomi politik yang terjadi akhir-akhir ini, memaksa sejumlah investor asing menunda ekspansi bisnisnya ke Indonesia. Bisnis kawasan industri swasta memiliki mitra dengan swasta asing yang juga berfungsi sebagai jaringan pemasaran di negara asal mitranya.

Demikian uraian dari saya mengenai peta perekonomian kota Medan, semoga informasi yang saya berikan dapat menjadi sumber inspirasi dan berguna bagi pembangunan ekonomi Indonesia terutama kota Medan.

Baca Juga :