Pengertian Kejujuran Adalah

Pengertian Kejujuran Adalah

Pengertian Kejujuran Adalah

Pengertian Kejujuran Adalah
Pengertian Kejujuran Adalah

Menurut Susilo, (2014: 119), jujur adalah

Ungkapan sepenuh hati tanpa menutupi sesuatu sedikitpun. Jujur merupakan ungkapan yang menandakan kejernihan hati seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain. Jujur berarti meredam berbohong. Jujur ialah ungkapan sederhana yang menuntut komitmen tinggi dalam kehidupan. Jujur adalah ungkapan yang mudah diucapkan, tetapi sulit direalisasikan. Lebih lanjut Tresnawati, (2012: 27) menjelaskan makna sikap jujur yaitu berkata benar yang bersesuaian antara lisan dan apa yang ada dalam hati. Jujur juga secara bahasa dapat berarti perkataan yang sesuai dengan kenyataan dan hakikat sebenarnya. Kebalikan jujur itulah yang disebut dusta.

Kejujuran merupakan kualitas manusiawi

Melalui makna manusia mengkomunikasikan diri dan bertindak secara benar (truthfully). Karena itu, kejujuran sesungguhnya berkaitan erat dengan nilai kebenaran, termasuk di dalamnya kemampuan mendengarkan, sebagaimana kemampuan berbicara, serta setiap perilaku yang bisa muncul dari tindakan manusia. Secara sederhana, kejujuran bisa diartikan sebagai sebuah kemampuan untuk mengekspresikan fakta dan keyakinan pribadi sebaik mungkin sebagaimana adanya (Tresnawati, 2012: 3).

Dari ketiga pengertian kejujuran yang sudah dijelaskan

Di atas oleh Susilo dan Tresnawati dapat disimpulkan bahwa kejujuran adalah ungkapan sesungguhnya, baik berupa perkataan, sikap, maupun bahasa tubuh. Jujur merupakan ungkapan yang menandakan kejernihan hati seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain, perkataan sesuai dengan kenyataan dan hakikat sebenarnya. Selain itu jujur merupakan ungkapan sederhana yang menuntut komitmen tinggi dalam kehidupan. Dengan kejujuran akan membawa dampak yang positif bagi kehidupan seseorang.

Karakteristik Kejujuran

Susilo, (2014: 120) menjelaskan bahwa orang yang berkata jujur akan selalu tenang menghadapi permasalahan hidup, baik kehidupan sosial maupun personal. Jujur adalah sebuah keindahan. Kejujuran akan membuat hidup terasa indah dan menyenangkan. Kejujuran adalah sebuah sifat yang akan menghasilkan sebuah sikap. Dan, sikap inilah yang nantinya akan dinilai oleh semua orang yang ada di dunia. Kejujuran adalah atribut orang yang berjiwa besar, pintar, bijaksana, dan berani dalam kehidupan. Hanya orang berjiwa besar dan berani yang mengungkapkan keadaan sebenarnya.

Sikap itu terwujud dalam perilaku, baik jujur terhadap orang lain maupun terhadap diri sendiri (tidak menipu diri), serta sikap jujur terhadap motivasi pribadi maupun kenyataan batin dalam diri seseorang individu. Kualitas kejujuran seseorang meliputi seluruh perilakunya, yaitu, perilaku yang termanifestasi keluar, maupun sikap batin yang ada di dalam. Keaslian kepribadian seseorang bisa dilihat dari kualitas kejujurannya.

Selain itu kejujuran adalah kunci dari kesuksesan manusia menghadapi dunia. Kejujuran akan membawa dampak yang positif bagi kehidupan. Karena itu, jujurlah untuk mengungkapkan apa adanya tanpa harus menutupinya dengan alasan apapun, termasuk alasan dan ketakutan akan rasa malu karena harus menanggung risiko dari kejujuran.

Terkadang, kejujuran memang mengandung risiko

Ketika seseorang harus menerima kenyataan “pahit” yang harus ditanggung oleh para pelaku kejujuran. Namun, bukan berarti setiap kejujuran itu harus dibayar dengan harga “pahit”, sebab banyak orang dimuliakan dan terhormat karena kejujurannya (Susilo, 2014: 120).

Menurut Tresnawati, (2012: 3), untuk membentuk sosok pemimpin sejati diperlukan kejujuran, komunikasi dan kesederhanaan sebagai landasan teladan dalam pembentukan karakter. Sosok pemimpin sejati bisa secara ringkas didefinisikan sebagai pemimpin yang jujur, yang mampu membangun komunikasi dengan orang lain, dan dapat menjadi teladan nilai kesederhanaan di tengah gelimang nafsu konsumtif yang merebak dalam masyarakat saat ini.

Menurut Susilo, (2014: 119), seseorang yang berkata jujur biasanya tutur katanya sopan tidak memaksa, dan pembawaannya tenang. Hal ini berbeda dengan orang yang suka berbohong, yang cenderung emosional dan gelisah. Berkata jujur akan membuat orang merasakan ketenangan dan kenyamanan ketika bersama orang lain. Ketika kejujuran inheren dalam diri seseorang, maka akan memberikan dampak terhadap seseorang menjadi merasa tenang dan makmur. Pribadi yang jujur juga akan disenangi banyak orang.

Lebih lanjut Susilo, (2014: 121) menjelaskan bahwa kejujuran tidak mengenal tempat dan situasi. Dalam keadaan dan situasi apa pun, kejujuran harus tetap dilakukan dan ditegakan dalam kehidupan. Kita tidak bisa berapologi berbohong demi kebaikan. Kebohongan atau kejujuran akan terungkap lewat bahasa tubuh kita. Sikap dan ekspresi dari anggota tubuh akan menunjukkan kita berkata jujur atau berbohong. Kejujuran mengungkap kebenaran, baik terhadap dirinya pribadi maupun orang lain. Orang yang bisa jujur pada dirinya sendiri, maka kepercayaan orang lain akan meningkat. Ketika kita mampu memberikan kepercayaan bagi orang lain, berarti kita telah mengaplikasikan hidup yang penuh kebahagiaan dan keindahan.

Menurut Tresnawati, (2012: 4), kualitas keterbukaan kita terhadap yang lain akan menentukan kadar kejujuran atau ketidakjujuran kita. Akan tetapi sering keterbukaan ini bergantung pada pemahaman diri kita terhadap realitas, termasuk pemahaman nilai-nilai moral yang kita yakini. Keyakinan moral seseorang bisa saja keliru. Akan tetapi, persepsi diri kita tentang nilai-nilai moral tidaklah statis. Ia dinamis seiring dengan banyaknya informasi dan pengetahuan yang kita terima. Ketika kita menolak untuk menerima adanya perspektif atau pandangan lain yang berbeda dengan diri kita, biasanya ini merupakan pertanda bahwa kita kurang memiliki interes terhadap kebenaran. Sikap demikian ini bisa dikatakan sebagai sikap abai terhadap nilai kejujuran (dishonest).

Kejujuran memiliki kaitan yang erat dengan kebenaran dan moralitas. Bersikap jujur merupakan salah satu tanda kualitas moral seseorang. Dengan menjadi seorang pribadi yang berkualitas, kita mampu membangun sebuah masyarakat ideal yang lebih otentik dan khas manusiawi. Fisuf Socrates, misalnya mengatakan jika seseorang sungguh-sungguh mengerti bahwa perilaku mereka itu keliru, mereka tidak akan memilihnya. Seseorang itu akan semakin jauh dari kebenaran dan karena itu tidak jujur jika ia tidak menyadari bahwa perilakunya itu sesungguhnya keliru. Kesadaran diri bahwa setiap manusia bisa salah dan mengakuinya merupakan langkah awal bertumbuhnya nilai kejujuran dari diri seseorang (Tresnawati , 2012: 4).

Tresnawati, (2012: 18) menjelaskan bahwa ada buah sebenarnya yang begitu memikat dan membawa nikmat, tetapi entah mengapa sebagian manusia masih saja menjauhinya, bahkan membencinya. Walaupun ingin meraihnya, harus di jalan yang lurus dan berliku. Tidak sedikit tantangan dan hambatan yang merintanginya. Buah itu adalah „buah kejujuran‟. Cara memperoleh buah itu tidaklah mudah dan tidak bisa serbainstan. Perlu proses yang matang dan berkesinambungan dari cara berpikir dan perilaku mulia.

Kejujuran tidak hanya ditempatkan pada sisi realita tertentu, tetapi menjadi sebuah kebutuhan dan kemutlakan guna kemurnian manusia beretika di segala bidang dan kesempatan. Kejujuran tidak hanya dimaknai sebagai sebuah misi yang harus dibawa dan diagung-agungkan, tetapi harus membumi di sanubari nurani terdalam setiap insan. Terlebih, pemegang amanah bangsa, pemimpin dan pengambil kebijakan serta pelaksana kepentingan publik (Tresnawati , 2012: 18).

Tresnawati, (2012: 20) menjelaskan bahwa jujur merupakan pondasi penting dalam membangun komunitas masyarakat. Tanpa sikap jujur, seluruh ikatan kemasyarakatan akan terlepas. Karena tidak mungkin membentuk suatu komunitas masyarakat, sedangkan mereka berinteraksi antarsesama mengabaikan perilaku jujur.

Berdasarkan penjelasan dari kedua ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa karakteristik kejujuran mencakup banyak hal, diantaranya adalah seseorang yang bersikap jujur selalu tenang dalam menghadapi permasalahan hidup, baik kehidupan sosial maupun personal. Kejujuran adalah sebuah sifat yang akan menghasilkan sebuah sikap, dan nantinya sikap tersebut akan terwujud dalam perilaku. Kejujuran adalah atribut orang yang berjiwa besar, pintar, bijaksana, dan berani dalam kehidupan. Seseorang yang berkata jujur biasanya tutur katanya sopan tidak memaksa, dan pembawaannya tenang. Pribadi yang jujur juga akan disenangi banyak orang. Selain itu seseorang berkata jujur atau berbohong akan nampak dari sikap dan ekspresi dari anggota tubuh.

Sumber : https://bandarlampungkota.go.id/blog/jaring-jaring-kubus/