Pengertian Hutan Produksi

Pengertian Hutan Produksi

Pengertian Hutan Produksi

Pengertian Hutan Produksi

Hutan produksi adalah

hutan dapat dikelola untuk menghasilkan nilai ekonomi dan memiliki fungsi utama untuk menghasilkan hasil hutan. Hutan memberikan banyak hasil dihargai ekonomi seperti kayu. resin. rotan, dupa. jelutung dan getah lainnya. Hutan poduksi ini menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomis dan menguntungkan jika dijual seperti kayu dan beberapa hasil hutan lainnya yang disebutkan di atas.


Definisi hutan produksi yang dapat dikonversi adalah produksi hutan dapat dikonversi ke berbagai tujuan di luar konteks kehutanan seperti untuk hewan darat. ranjau darat. perkebunanT sawah dan transmigrasi. Singkatnya, dapat jenis multifungsi hutan tidak hanya menghasilkan produk hutan saja.


Kawasan hutan adalah istilah yang dikenal dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan yaitu menurut pasal 3 yang berbunyi:

“Kawasan hutan adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap”.


Pengertian Menurut Mahkamah Konstitusi

Putusan Mahkamah Konstitusi pada hari Kamis, 9 Februari 2012, memutuskan bahwa :

  • “Frasa “ditunjuk dan atau” dalam Pasal 1 angka 3 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2004 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 86, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4412) ‘bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

  • Frasa “ditunjuk dan atau” dalam Pasal 1 angka 3 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2004 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 86, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4412) tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.“

Dari putusan MK tersebut definisi kawasan hutan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap adalah: “wilayah tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap”.


Fungsi Hutan

Kawasan hutan di Indonesia memiliki fungsi sebagai fungsi konservasi; Fungsi lindung; dan fungsi produksi. Secara umum, semua hutan memiliki fungsi konservasi, lindung dan produksi. Setiap daerah hutan memiliki kondisi yang berbeda sesuai dengan keadaan fisik, topografi, flora dan fauna dan keanekaragaman hayati dan ekosistem.

Di Indonesia telah ditetapkan tiga fungsi hutan lahan ke dalam fungsi utama hutan. Yang dimaksud dengan fungsi utama adalah fungsi utama yang dilakukan oleh hutan.


Fungsi utama dari hutan Indonesia adalah:

  1. Fungsi utama sebagai konservasi hutan
  2. Fungsi utama sebagai hutan lindung
  3. Fungsi utama sebagai hutan produksi

Baca Juga :

Author: ixa8f