Pengertian Bank Sentral, Fungsi, Tujuan, Tugas dan Stabilitas Sistem Keuangan

Pengertian Bank Sentral, Fungsi, Tujuan, Tugas dan Stabilitas Sistem Keuangan

Selamat datang di Gpstracker, disini akan membahas materi tentang apa itu Bank Sentral. Berikut dibawah ini penjelasanya:

Pengertian Bank Sentral, Fungsi, Tujuan, Tugas dan Stabilitas Sistem Keuangan

Pengertian Bank Sentral

Pengertian Bank Sentral, Fungsi, Tujuan, Tugas dan Stabilitas Sistem Keuangan – Bank sentral merupakan lembaga yang memiliki peran penting bagi perekonomian suatu negara. Seiring dengan semakin berkembangnya perekonomian dunia, setiap negara di dunia memiliki bank sentral. Oleh karena itu, fungsi, tujuan, dan tugas yang dijalankan serta bagaimana operasi dan organisasi bank sentral merupakan bagian penting yang harus diketahui.

Secara umum, sampai saat ini belum ada kesepakatan tentang definisi bank sentral. Namun, sebagai rujukan terdapat beberapa pendapat yang mengemukakan mengenai difinisi/pengertian bank sentral, baik dalam arti sempit maupun dalam arti luas berdasarkan fungsi yang dijalankan oleh bank sentral. Salah satu definisi bank sentral dalam arti sempit dikemukakan oleh John Singleton (2009) bahwa bank sentral merupakan sebuah bank tempat bank-bank lain menaruh dana (rekening) dan mempergunakan dana tersebut untuk penyelesaian akhir (settlement) dari transaksi antarbank.

Dari aspek usaha, bank sentral memiliki perbedaan dengan lembaga keuangan yang lain. Apabila lembaga keuangan lain khususnya yang berbentuk badan usaha, tujuan utamanya adalah memaksimalkan keuntungan, bank sentral sebagai lembaga negara terkadang harus menanggung kerugian dalam melaksanakan tugasnya, hal tersebut dilakukan agar masyarakat luas tidak mengalami kerugian yang lebih besar.

Fungsi Bank Sentral

Untuk lebih memahami pengertian bank sentral, Singleton dkk. (2009) berpendapat bahwa berdasarkan aktivitas yang dilakukannya, bank sentral memiliki sepuluh fungsi,yaitu sebagai berikut.

  • Penerbit uang atau alat pembayaran yang sah guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
  • Pelaksana dan perumus kebijakan moneter.
  • Penyedia jasa perbankan dan agen kepada pemerintah dan sering sebagai pengelola pinjaman pemerintah.
  • Custodian dari cadangan bank umum dan pembantu penyelesaian akhir transaksi cliring antarbank;
  • Penjaga keutuhan sistem Keuangan dan pada beberapa situasi/keadaan bertindak sebagai an emergency lender of last resort dan pengawas kehati-hatian perbankan.
  • Pelaksana dari kebijakan pemerintah di bidang nilai tukar dan sebagai kustodi dari cadangan devisa negara dan membantu negara dalam mengelola cadangan devisa.
  • Pembuat kebijakan imtuk mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di Negara Berkembang, untulc memperkuat pembangunan ekonomi.
  • Penasihat pemerintah terkait dengan kebijakan ekonomi. Bank sentral dipandang memiliki keahlian mengenai hal-hal yang terkait dengan bidang ekonomi dankeuangan.
  • Lembaga yang berpartisipasi dalam kerja sarna pengaturan moneter internasional,
  • Lembaga yang memiliki hubungan erat dengan pemerintah sehingga memungkinkan bank sentral mendapat tugas lain, seperti memberikan pelindungan nasabah seperti di Amerika Serikat, atau sebagai operator registri saham.

Tujuan Bank Sentral

Mengapa di suatu Negara didirikan bank sentral? Tahukan Anda apa tujuan didirikannya bank sentral? Untuk mengetahui jawabannya, coba kalian amati bunyi Undang-Undang Nomor 23 tahun 1999 sebagaimana sudah disempurnakan terakhir melalui UU Nomor 6 tahun 2009, tentang Bank Indonesia pasal 7 yang menyebutkan bahwa tujuan Bank Indonesia adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai Rupiah.

  • Kestabilan nilai Rupiah itu terdiri atas dua aspek penting yaitu sebagai berikut.
  • Kestabilan terhadap barang dan jasa yang tercermin pada perkembangan laju inflasi,

Kestabilan terhadap mata uang negara lain yang tercermin pada perkembangan nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap mata uang negara lain.

Tugas Bank Sentral

Untuk mencapai tujuan dalam mencapai dan memeliharakestabilan nilai rupiah, BI sebagaimana dijelaslcan dalam UU BI Pasal 8 bahwa BI mempunyai tiga tugas sebagai berikut.

a. Menetapkan dan melaksanakan kebijalcan moneter;

b. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran;

c. Mengatur dan mengawasi bank

Stabilitas Sistem Keuangan

Bank Indonesia memiliki lima peran utama dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Kelima peran utama tersebut adalah sebagai berikut.

  • Bank Indonesia memiliki tugas untuk menjaga stabilitas moneter, antara lain melalui instrumen suku bunga dalam operasi pasar terbuka. Bank Indonesia di tun tut untuk mampu menetapkan kebijakan moneter secara tepat dan berimbang.
  • Bank Indonesia memiliki peran vital dalam menciptakan kinerja lembaga keuangan yang sehat, khususnya perbankan. Penciptaan kinerja lembaga perbankan seperti itu dilakukan melalui mekanisme pengawasan dan regulasi. Khusus terkait dengan peran kedua ini, UU Bank Indonesia mengamanahkan untuk dimandatkan kepada OJK, hal tersebut diperkuat dengan lahirnya UU Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  • Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Bank Indonesia inengembangkan mekanisme dan pengaturan untuk mengurangi risiko dalam sistem pembayaran yang cenderimg semakin meningkat. Antara lain dengan menerapkan sistem pembayaran yang bersifat real time atau dikenal dengan natna sistem RTGS (Real Time Gross Settlement) yang dapat lebih meningkatkankeamanan dan kecepatan sistem pembayaran. Sebagai otoritas dalam sistem pembayaran, Bank Indonesia memilild informasi dan kealilian untuk mengidentifikasi risiko potensial dalam sistem pembayaran.
  • Bank Indonesia melakukan fungsi riset. dan pemantauan. Hasil riset dan pemantauan tersebut, selanjutnya akan menjadi rekomendasi bagi pihak terkait dalam mengambil langkah-langkah yang tepat untuk meredam masalah dalam sektor keuangan.
  • Bank Indonesia memililki fungsi sebagai jaring pengaman sistem keuangan melalui fungsi bank sentral sebagai lender of the last resort (LoLR). Fungsi LoLR merupakan peran tradisional Bank Indonesia sebagai bank sentral dalam mengelola krisis giuia menghindari terjadinya ketidakstabilan sistem keuangan. Fungsi sebagai LoLR mencakup penyediaan likuiditas pada kondisi normal maupun krisis. Fungsi ini hanya diberikan kepada bank yang menghadapi masalah likuiditas dan berpotensi memicu teijadinya krisis yang bersifat sistemik. Pada kondisi normal, fungsi LoLR dapat diterapkan pada bank yang mengalami kesulitan likuiditas temporer, nainun masih memilil kemampuan untuk membayar kembali.

 

Sumber: https://sel.co.id/