Penerapan Hukum Bernoulli dalam Kehidupan Sehari-hari

Penerapan Hukum Bernoulli dalam Kehidupan Sehari-hari

Tidak seluruh berasal dari kami senang menyiram tanaman sore hari, namun kami seluruh senang lakukan ini: jailin teman dan menyiramnya bersama selang air. Ketika teman kami lari, kami refleks menutup lebih dari satu lubang di selang bersama jempol, dan mengakibatkan pancurannya semakin jauh supaya tentang teman dan dia menjerit, ‘Heh! Heh! Heh! Berhenti! Awas ya!’

Secara tidak sadar, kamu udah menerapkan prinsip hukum Bernoulli.

Hukum Bernoulli adalah hukum yang berlaku untuk fluida dinamis. Ingat, ya, fluida bukan bermakna air, namun zat yang dapat mengalir. Ini berarti, gas termasuk termasuk ke dalamnya.

Tunggu. Jangan stres dan kuatir pernah menyaksikan rumus di atas. Meski terlihat mengintimidasi, sejatinya, rumus tersebut banyak kami terapkan di kehidupan sehari-hari. Berikut adalah 5 perumpamaan penerapan hukum Bernoulli di kehidupan sehari-hari:

1. Tangki Air Bocor
Di rumah kamu pasti tersedia tangki air seperti itu. Bayangin, deh, kalau suatu hari, orangtua kamu memanggil kamu dan minta untuk kuras tangki itu. Apa yang kamu lakukan? Ya, betul. Nangis kejer. Oke. Bercanda. Kamu cuma tinggal membuka lubang kecil di anggota bawah tangki supaya airnya terlihat kan.

Masalahnya, berapa lama kamu perlu tunggu sampai si air habis?

Hal, ini dapat dicari bersama hukum Bernoulli. Dengan persamaan Bernoulli, kamu dapat mencari jelas berapa kecepatan air yang terlihat berasal dari lubang kecil itu.

Syaratnya satu: membuka tutup tangki air di anggota atas. Jika tangki tersebut tidak miliki tutup dan tersedia anggota yang berlubang, artinya, ke-2 anggota itu bakal langsung “bertemu” bersama atmosfer di udara. Maka, tekanan yang tersedia di anggota itu, sama-sama berasal berasal dari tekanan atmosfer.

Nah, dikarenakan luas permukaan anggota atas tangki jauh lebih besar daripada luas permukaan lubang di bawah. Artinya, air yang berada di anggota atas tangki tidak banyak bergerak. Maka, kami dapat anggap kecepatannya (v) sama bersama nol.

2. Mengendarai Sepeda Motor

Siapa yang pernah lihat orang naik motor, lantas anggota belakang bajunya terbang dan menggembung? Hal itu termasuk menunjukkan hukum Bernoulli, lho. Ketika kami mengendarai sepeda motor dalam situasi ngebut, maka kecepatan udara di anggota depan dan samping tubuh kamu besar. Sebaliknya, kecepatan di belakang tubuh kamu tidak berubah menjadi tinggi. Alhasil, tekanan udara di belakang tubuh kamu menjadi lebih besar daripada di depan. Nah, perbedaan tekanan udara ini lah yang mengakibatkan udara mendorong baju kamu ke belakang supaya menjadi menggembung.

3. Menekan Selang Air

Nah, perihal yang satu ini pasti kerap banget kamu lihat deh. Kalau lagi nyiram tanaman, pasti kami senang “menekan” ujung selang air biar pancuran airnya semakin jauh. Nah, perihal ini berkenaan bersama persamaan Bernoulli. Kamu pasti ingat dong bagaimana semakin kecil luas permukaan suatu benda, maka bakal semakin besar tekanannya.

Sekarang cobalah kamu angkat selang air, lantas arahkan ke tanganmu. Setelahnya, tempatkan jempol kamu sampai setengah lubangnya tertutupi. Sesuai bersama hukum Bernoulli, bersama mengakibatkan luas permukaannya mengecil (menaruh jempol setengah menutup lubang) tekanan yang dikeluarkan air bakal lebih besar. Makanya, menjadi lebih sakit kalau kena tangan.

4. Gaya Angkat Pesawat

Pernah merhatiin bentuk sayap pesawat? Ketika senang terbang, pilot bakal membuat perubahan mode sayap supaya membengkok ke bawah. Iya, perihal ini bukan bikin keren-kerenan aja kok. Karena pesawat benaran nggak dapat di ‘HAH! HAH!’-in kayak kami bikin pesawat kertas, maka desainnya perlu diperhitungkan bersama seksama. Makanya, untuk dapat terbang, para pendesain pesawat mempertimbangkan hukum Bernoulli. Coba, deh, ingat lagi rumus Bernoulli. Pasti bakal terlihat kalau kecepatan dan tekanan itu berbanding terbalik. Artinya, kalau kecepatannya tinggi, maka tekanannya bakal rendah.

Berdasarkan perihal itu, dibuatlah desain sayap pesawat yang dapat diubah-ubah modenya. Pada pas take off, pilot bakal mengubahnya menjadi “bengkok” ke arah bawah. Buat apa? Ya, supaya pada anggota atas, kecepatan udaranya tinggi. Alhasil, tekanan di anggota itu bakal menjadi lebih rendah daripada di bawah pesawat. Saat tekanan udara di anggota bawah sayap lebih tinggi, maka si udara bakal dapat “mengangkat” pesawat dan dia dapat take off deh.

5. Cerobong Asap

Seperti yang udah kami bahas di atas pada rancangan motor dan pesawat, hukum Bernoulli menunjukkan pertalian kecepatan dan tekanan berbanding terbalik. Hal ini terkandung pada cerobong asap pusat industri.

Cerobong asap yang baik bakal tersambung ke ruangan yang tertutup. Karena ruangan itu tertutup, maka tidak tersedia udara yang berhembus, yang mengakibatkan tekanannya menjadi besar. Sehingga, secara tidak langsung asap bakal “tertekan” naik ke atas cerobong.

Begitu termasuk pada anggota atas cerobong. Karena anggota atas cerobong didesain terbuka, maka angin di luar bangunan bakal meniup anggota atas cerobong, supaya tekanan udara di sekitarnya menjadi kecil dan asap dapat terbuang keluar.

Baca Juga :