Memberikan Pelayanan KB pada Pasangan Usia Subur

Memberikan Pelayanan KB pada Pasangan Usia Subur

Tujuan menurunkan angka kelahiran dan meningkatkan kesehatan ibu sehingga akan berkembang HKKBS.

Ruang Lingkup Kegiatan

  1. Mengadakan penyuluhan Kb baik dipuskesmas dan posyandu/Pkk kegiatan penyuluhan ini adalah memberikan konseling untuk PUS.
  2. Menyediakan alat-alat kontrasepsi.
  3. Menjelaskan fungsi dan efek samping alat kontrasepsi
  4. Pengobatan Ibu dan Anak

Tujuannya adalah member pengobatan dan perawatan dipuskesmas

Ruang Lingkup Kegiatan

  1. Menegakkan diagnosa, memberikan pengobatan untuk penderita yang berobat jalan atau pelayanan rawat tinggal di puskesmas.
  2. Mengirim (merujuk) penderita sesuai dengan jelas pelayanan yang di perlukan.
  3. Menyelenggarakan puskesmas keliling.
  4. Kualitas Pelayanan Kesehatan Ibu, Bayi dan Anak
  5. Kualitas Keluarga
  6. Pendidikan
  7. Usia pernikahan
  8. Kedudukan wanita dalam keluarga
  9. Perilaku bersih dan sanitasi lingkungan pemukiman
  10. Kemiskinan
  11. Hambatan geografis, jarak yang jauh
  12. Kualitas Pelayanan Kesehatan Ibu, Bayi dan Anak
  13. Pelayanan Untuk Ibu Hamil Dan Bayi

Belum menjangkau 22% (sekitar 1,1 juta) ibu hamil dan bayi yang baru terlayani. Karena faktor geografis, sebaran penduduk, kondisi sosial ekonomi, status sosial perempuan dan tingkat pendidikan masyarakat (Depkes, 1997).

  1. Persalinan

Ditolong oleh dukun 47,5% dari sekitar 2,3 juta persalinan, keluarga 8,2% dari sekitar 400.000 persalinan, tanpa penolong 1,5% dari sekitar 75.000 persalinan. Sebagian besar persalinan dirumah 71,9% (SKRT 1995).

  1. Posyandu/Deteksi Dan Intervensi Dini

Dari 244.032 posyandu 45% sangat sederhana (110.563), posyandu aktif 80% (37,6%-85,6%). Pada tahun 1996 setiap posyandu memiliki derah rata-rata 4,5%, tahun 1997 turun menjadi 4,4 kader per posyandu. Balita dibawa ke posyandu rata-rata 1,2 kali/KK/tahun dengan kisaran 0,1-4,62

  1. BKB, PADU, PPA, TPA, TK

1)      Jangkauannya masih kecil

2)      Hambatan geografis dan sebaran penduduk yang tidak merata.

3)      Pembinaan yang dilaksanakan kurang intensif, tidak berkesinambungan perlu dilakukan monitoring tidak hanya project oriented.

Upaya-Upaya Untuk Menurunkan Morbiditas-Mortalitas Meningkatkan Kualitas Tumbuh Kembang Dan Perlindungan Anak

  1. Langsung pada Bayi/Anak
  1. Pertolongan persalinan dan bayi baru lahir oleh tenaga kesehatan di sarana kesehatan.
  2. Pencegahan dan penanggulangan penyakit menular misalnya imunisasi dan perilaku bersih.
  3. Program perbaikan gizi: pengguna ASI, makanan tambahan setelah 6 bulan, tambahan protein, karbohidrat, lemak, vitamin A, zat besi, yodium, pemberantasan kecacingan, perawatan gigi, priritas keluarga miskin.
  4. Stimulasi Dini: kognitif (kecerdasan), afektif (emosi, kasih sayang), psikomotor (keterampilan, gerak, bicara,bahasa, sosial) melalui program BKB, PADU/ECD.
  5. Pemantauan tumbuh kembang (deteksi dini) secara teratur di Posyandu, BKB, PADU pelatihan Baby Siter, TPA dan lain-lain.

Sumber: https://mhs.blog.ui.ac.id/abd.jalil/kinemaster-pro/

Author: ixa8f