Melalui Ibu

Melalui Ibu

Memperbaiki status gizi ibu: kurang gizi kronik, anemia, kekurangan yodium.

  1. Meningkatkan pendidikan ibu: kemampuan membaca, menyerap dan menerapkan informasi.
  2. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu:

1)   Perencanaan keluarga (punya anak pada umur >21 tahun, jarak antar kehamilan 2-3 tahun, jumlah anak maksimal 2, melahirkan sebelum umur 35 tahun).

2)   Kesehatan ibu: pencegahan anemi, gizi kurang, infeksi.

3)   Perawatan kehamilan: pemeriksaan kehamilan sejak dini dan teratur, pencegahan anemi, gizi kurang, imunisasi, penyulit selama hamil (perdarahan, infeksi, toksemia).

4)   Persalinan yang aman: disarana kesehatan terdekat, terutama untuk ibu yang beresiko tinggi (kurang gizi kronik, anemi, perawakan pendek <145 cm, terlalu muda atau telalu tua, jarak kehamilannya terlalu dekat, terlalu sering hamil, terlambat periksa hamil).

5)   Perawatan Bayi/Balita: perawatan bayi baru lahir, tali pusat, ASI, imunisasi, makanan bayi dan anak, pencegahan infeksi, kecelakaan, pertolongan pertama balita sakit (ISPA, Diare)

6)   Stimulasi bayi-balita sejak dini: kognitif, afektif, psikomotor, etika-moral, agama, sambil bermain melalui program BKB, BKB plus, PADU/ECD, BKR dan lain-lain.

7)   Perilaku bersih: cuci tangan sebelum memegang bayi, sumber air bersih, pembuangan tinja yang sanitary, menyimpan, mengelola memasak makanan, ventilasi dan pencahayaan dalam rumah.

  1. Meningkatkan pengetahuan atau sikap ibu tentang: hak-hak anak, pencegahan perlakuan salah pada anak (fisik, seksual, psikis) pengabaian/penelantaran anak, eksploitasi anak, dampak putus sekolah, terpaksa bekerja, anak jalanan, anak di pengungsian, penggunaan NAPZA.
  2. Meningkatkan keterampilan ibu dalam ekonomi.
  3. Melalui remaja perempuan (calon ibu)
  4. Meningkatkan kesehatan remaja: perbaiakan status gizi (terutama anemia), imunisasi, infeksi, pencegahan NAPZA, kehamilan remaja, kecelakaan.
  5. Peningkatan pengetahuan dan sikap remaja

1)   Perencanaan keluarga (menikah usia > 21tahun, jarak antara kehamilan 2-3 tahun, jumlah anak maksimal 2, melahirkan sebelum 35 tahun).

2)   Perawatan kehamilan: pemeriksaan kehamilan sejak dini dan teratur, pencegahan anemi, gizi kurang, imunisasi, penyulit selama hamil (perdarahan, infeksi, toksemia).

3)   Perencanaan persalinan yang aman: disarana kesehatan terdekat, terutama untuk ibu yang beresiko tinggi (kurang gizi kronik, anemi, perawakan pendek <145 cm, terlalu muda atau terlalu tua, jarak kehamilan terlalu dekat, terlalu sering hamil, terlambat periksa hamil).

4)   Perawatan bayi/balita: perawatan bayi baru lahir, tali pusat, ASI, imunisasi, makanan bayi dan anak, pencegahan infeksi, kecelakaan, pertolongan pertama

balita sakit (ISPA, Diare).

5)   Stimulasi bayi-balita sejak dini: kognitif, afektif, psikomotor, etika-moral, agama, sambil bermain melalui program BKB, BKB plus, PADU/ECD, BKR dan lain-lain.

6)   Perilaku bersih: cuci tangan sebelum memegang bayi, sumber air bersih, pembuangan tinja yang sanitary, menyimpan, mengelola memasak makanan, ventilasi dan pencahayaan dalam rumah.

  1. Melibatkan remaja perempuan dalam kegiatan Posyandu, KB, BKB, PADU, PPA, TPA. Untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesiapan remaja menjadi calon ibu tentang hal tersebut.
  2. Hak-hak anak, pencegahan perilaku salah pada anak (fisik, seksual, psikis) pengabaian anak, ksploitasi anak, anak cacat, yatim piatu, dampak putus sekolah, terpaksa bekerja, anak jalanan, anak dipengungsian, penggunaan NAPZA, perilaku kejahatan.

Baca juga:

Author: ixa8f