Materi Kurikulum Masagi Tak Berbeda Dengan Visi Pendidikan Secara Umum

Materi Kurikulum Masagi Tak Berbeda Dengan Visi Pendidikan Secara Umum

Materi Kurikulum Masagi Tak Berbeda Dengan Visi Pendidikan Secara Umum

Materi Kurikulum Masagi Tak Berbeda Dengan Visi Pendidikan Secara Umum
Materi Kurikulum Masagi Tak Berbeda Dengan Visi Pendidikan Secara Umum

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berencana menjadikan kurikulum Masagi sebagai program unggulan di bidang pendidikan. Kurikulum Masagi sebelumnya pernah diterapkan di masa kepemimpinannya sebagai Walikota Bandung

Secara linguistik Masagi diambil dari kata ‘Pasagi’ yang artinya ‘Persegi’ dalam sebuah bentuk atau ruang bangunan. Filosofi Masagi berarti hendaknya setiap peserta didik memiliki kesamaan dan sebanding antara pengetahuan, sikap dan prilaku.

Dalam penerapannya, Kurikulum Masagi memuat 4 hal mendasar yang ditujukan untuk pengutan karakter kebangsaan. 4 hal itu mencakup materi tentang Agama, Bela Negara, Budaya Sunda dan Cinta Lingkungan.

Menurut Akademisi Cirebon Arif Nurudin, muatan materi yang terkandung dalam kurikulum Masagi tidak berbeda jauh dengan visi pendidikan secara umum, yakni upaya membangun karakter bangsa. Ia menyetujui konsep kurikulum Masagi yang dicetuskan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Pada dasarnya tidak jauh beda dengan kita ingin membangun karakter bangsa. Apalagi, saat ini dunia pendidikan dihadapi tantangan krisis karakter generasi bangsa, sehingga pembangunan karakter perlu digalakkan kembali,” ungkap Arif Nurudin Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Cirebon saat ditemui RMOL Jabar di ruang kerjanya, Kamis (13/9)

Dijelaskannya, kurikulum hanya sebatas mensupport dan mendukung pencapaian

pendidikan dalam pembangunan karakter bangsa. Kurikulum Masagi ini bisa dikolaborasikan dengan kurikulum acuan baik yang dikeluarkan Kemendikbud maupun Kemenristek Dikti.

Kurikulum Masagi, kata Ia, dapat diimplementasikan pada setiap pembelajaran, baik di lingkungan sekolah melalui ekstrakurikuler, lingkungan keluarga bahkan lingkungan masyarakat. Namun tetap Kurikulum Nasional (Kurnas) harus menjadi prioritas utama karena menyangkut tujuan pendidikan skala nasional.

“Kurikulum yang sudah berjalan diutamakan terlebih dahulu, sementara muatan

kurikulum Masagi dapat disisihkan dalam setiap pembelajaran. Adapun muatan agama, bela negara dan lain-lain sebenarnya sudah ada hanya tinggal diperjelas dan dipertegas,” katanya.

Kenapa perlu penegasan ? Menurutnya, 4 materi pokok dalam kurikulum Masagi sesungguhnya sudah ada dalam setiap mata pelajaran di semua jenjang pendidikan, baik mengenai Agama, Bela Negara, Budaya Sunda maupun Cinta Lingkungan.

“Termasuk Agama, Budaya Sunda dan Cinta Lingkungan juga sudah ada sejak SD melalui muatan lokal tinggal diperkuat dengan sistem uang lebih komprehensif dan efektif,” tuturnya.

Namun yang paling utama, tegas Arif Nurudin, pelaksanaan pembelajaran yang

lebih mempertegas keempat muatan itu. Bagaimana menciptakan Out Put sebuah lembaga pendidikan menjadi manusia yang bertanggung jawab, tangguh, cerdas dan berbudi pekerti.

“Filosofi dan semangatnya sama, tetapi hanya beda dalam pelaksanaan atau metode saja. Intinya sama mengenai Pendidikan Karakter agar masyarakat Jawa Barat cinta lingkungan, memelihara budaya sunda, beragama dengan baik dan bela negara,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat Ahmad Hadadi mengatakan, Jabar Masagi menjadi program pendidikan unggulan di kepemimpinan Ridwan Kamil.

 

Baca Juga :