Mahasiswa Unair Ciptakan Probiotik Khusus Ikan

Mahasiswa Unair Ciptakan Probiotik Khusus Ikan

Mahasiswa Unair Ciptakan Probiotik Khusus Ikan

Mahasiswa Unair Ciptakan Probiotik Khusus Ikan
Mahasiswa Unair Ciptakan Probiotik Khusus Ikan

Era modern ini mahasiswa dituntut selalu berinovasi dan memanfaatkan peluang. Salah satu cara untuk menyalurkan ide-ide kreatif dan inovatif adalah dengan membuat start-up sesuai dengan minat dan bidang yang digeluti.

Salah satu mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) yang menciptakan start-up adalah Zakariya, asal Fakultas Perikanan dan Kelautan. Ia menjadi sosok penting di balik B Pro, start-up yang berfokus untuk menunjang pembudidayaan ikan.

“Dalam budidaya ikan kerap ditemukan masalah. Semisal, ada ikan yang mati beberapa hari sekali. Hal itu tentu saja merugikan bagi pengusaha budidaya,” ungkap Zakariya, Senin (29/4/2019).

Selain itu, lanjutnya, intensitas penggantian air yang sering juga menyebabkan pembiayaan budidaya meningkat. Karena itulah dibutuhkan ide kreatif untuk menyelesaikan permasalahan.
Baca Juga:

Mahasiswa UNAIR Ciptakan Eksoskeleton Mobile Berbasis Pengenal Suara

JOMS Jatim Desak Komnas HAM Investigasi Pelanggaran HAM Aparat di Surabaya
Dekan FH Unair Soroti Dinamika Politik Jelang Pemilu-Pilpres

Dikatakan Zakariya, B Pro adalah produk probiotik untuk budidaya ikan. Mekanismenya, meningkatkan kekebalan tubuh ikan dari penyakit dan merombak senyawa merugikan yang terdapat dalam air. “Jadi, selain berfungsi untuk meningkatkan imunitas, B Pro juga bisa menjaga kualitas air,” tandasnya.

Hingga saat ini, aplikasi B Pro sudah dilakukan pada ikan lele. Hasilnya, dapat

mengurangi risiko ikan terserang penyakit dan mengurangi intensitas penggantian air kolam. Pengaplikasian dilakukan dengan dua cara, yaitu mencampurkan B Pro ke dalam pakan ikan dan disebarkan ke air kolam.

Perancangan start-up yang dirintis oleh Zakariya tentu saja sempat menemukan hambatan. Ia sempat bingung dengan dana dan partner yang dibutuhkan untuk merintis B Pro. Namun pada akhirnya permasalahan ini dapat teratasi.

Untuk mengatasi permasalahan terkait dana, Zakariya melakukan funding dan

memanfaatkan jaringan yang ia miliki. Ia juga mencari informasi dari teman-teman soal karakter target yang akan dijadikan partner.

 

Baca Juga :