Mahasiswa Indonesia Pertontonkan Mobil Hemat Energi di Malaysia

Mahasiswa Indonesia Pertontonkan Mobil Hemat Energi di Malaysia

Mahasiswa Indonesia Pertontonkan Mobil Hemat Energi di Malaysia

Mahasiswa Indonesia Pertontonkan Mobil Hemat Energi di Malaysia
Mahasiswa Indonesia Pertontonkan Mobil Hemat Energi di Malaysia

Mahasiswa Indonesia yang terdiri atas 26 tim mengikuti pertandingan inovasi kendaraan hemat energi di Malaysia. Inovasi mereka dipertontonkan dalam event Shell Eco-Marathon Asia 2019 yang berlangsung sejak 29 April hingga 2 Mei.

Di antara 26 tim tersebut terdapat beberapa tim yang sudah menjadi unggulan

menjadi pemenang. Misalnya, tim Sapuangin dari Institut Tekonologi Sepuluh (ITS) Nopember, tim Garuda dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan tim Sadewa dari Universitas Indonesia (UI).

Pada kompetisi itu, seluruh tim memilih salah satu jenis kendaraan yang bakal mereka buat. Yaitu, prototype dan urbanconcept. Kendaraan itu menggunakan pilihan bahan bakar hidrogen, beterai elektrik, dan internal combustion.

Antusiasme mahasiswa Indonesia untuk berkompetisi di ajang ini sangat besar.

Secara grafik, pada kompetisi yang diadakan untuk mahasiswa di Asia Pasifik dan Timur Tengah itu, jumlah tim mahasiswa Indonesia paling banyak dibandingkan dengan tim dari negara lainnya.
Perut yang besar pun mengecil hanya dalam seminggu setelah teratur mengkonsumsi….
Lemak hilang tanpa berolahraga!
Profesor dari Jakarta sembuhkan masalah sendi istrinya!
Suami teladan buat istrinya kembali berdiri setelah kruk!
Ponsel Samsung S9 diskon secara nasional, hanya 2.150.000 Rp
Tinggalkan nomor telepon Anda untuk menerima diskon 50% dari Samsung S9
Diskon gila-gilaan hingga akhir bulan! S9 hanya Rp 2.150.000! Stock terbatas.
Sisa 10 pcs + 1 tahun garansi! Cuci gudang!

”Ini artinya mereka berperan secara langsung dalam menciptakan inovasi

kendaraan yang ramah lingkungan,” kata Presiden Direktur dan Country Chairman PT Shell Indonesia Darwin Silalahi.

Di setiap tahunnya para mahasiswa membuat kemajuan dalam setiap inovasi. Sehingga, bahan abakar yang digunakan pada kendaraan hemat energi bisa semakin ditekan. ”Mereka terus mengasah kemampuannya, mengeksplorasi, dan terus berupaya menjawab tantangan di masa depan,” katanya.

 

Baca Juga :