Langkah Sukses Budidaya Jamur

Langkah Sukses Budidaya Jamur – Budidaya Jamur tiram sangat cocok buat daerah beriklim tropis misalnya Indonesia. Investasi yang diperlukan untuk memulai udaha budidaya fungi tiram relatif murah & sanggup dilakukan sedikit demi sedikit. Bagian tersulit adalah menciptakan baglog, media tanam yang sudah diinokulaikan menggunakan bibit fungi. Jamur tiram adalah galat satu jenis jamur yg cukup terkenal pada Indonesia. Macam-macam fungi yang lazim dikonsumsi lainnya seperti fungi merang, fungi kuping & fungi shitake.

Langkah-Langkah Budidaya Jamur

Bangunan/Ruangan Budidaya Jamur Tiram
Pada dasarnya bangunan sanggup memanfaatkan ruangan yg terdapat dalm tempat tinggal , umumnya bangunan buat budidaya Jamur Tiram bangunan fungi terdiri berdasarkan beberapa ruangan, antara lain:

Ruang persiapan.
Yaitu ruangan yg berfungsi buat melakukan aktivitas Pengayakan, Pencampuran, Pewadahan, & Sterilisasi.

Ruang Inokulasi.
Yaitu ruangan yg berfungsi buat menanam bibit pada media tanam, ruang ini harus gampang dibersihkan, nir banyak jendela buat menghindari kontaminasi (adanya mikroba lain).

Ruang Inkubasi.
Ruangan ini mempunyai fungsi buat menumbuhkan miselium jamur pada media tanam yg telah di inokulasi (Spawning). Kondisi ruangan diatur dalam suhu 22 – 28 derajat C menggunakan kelembaban 60% – 80%, Ruangan ini dilengkapi menggunakan rak-rak bambu buat menempatkan media tanam pada kantong plastic (baglog) yg sudah di inokulasi.

Ruang Penanaman.
Ruang penanaman (growing) dipakai buat menumbuhkan tubuh buah fungi. Ruangan ini dilengkapi jua dengan rak-rak penanaman dan indera penyemprot/pengabutan. Pengabutan berfungsi buat menyiram dan mengatur suhu udara dalam syarat optimal 16 – 22 derajat C menggunakan kelembaban 80 – 90%.

Peralatan Dan Bahan Budidaya Jamur Tiram
Peralatan yg dipakai dalam budidaya jamur di antaranya, Mixer, cangkul, sekop, filler, botol, boiler, gerobak dorong, sendok bibit, centong. Bahan-bahan yang digunakan dalam budidaya fungi tiram adalah Serbuk kayu, bekatul (dedak), kapur (CaCO3), gips (CaSO4), tepung jagung (biji-bijan), glukosa, kantong plastik, karet, kapas, cincin plastik.

Proses & Teknik Budidaya Jamur Tiram
Dalam melaksanakan Budidaya Jamur Tiram terdapat beberapa proses & aktivitas yang dilaksanakan diantaranya:

Bahan Bahan yang harus dipersiapkan diantaranya bubuk gergaji, bekatul, kapur, gips, tepung jagung, & glukosa.

Serbuk kayu yang diperoleh menurut penggergajian memiliki taraf keseragaman yang kurang baik, hal ini membuahkan taraf pertumbuhan miselia kurang merata & kurang baik. Mengatasi hal tadi maka serbuk gergaji perlu di ayak. Ukuran ayakan sama dengan buat mengayak pasir (ram ayam), pengayakan harus mempergunakan masker lantaran pada serbuk gergaji banyak tercampur debu & pasir

Bahan-bahan yg telah ditimbang sesuai dengan kebutuhan dicampur menggunakan serbuk gergaji selanjutnya disiram dengan air kurang lebih 50 – 60 % atau apabila kita kepal serbuk tersebut menggumpal tapi nir keluar air. Hal ini menandakan kadar air telah cukup.

Pengomposan merupakan proses pelapukan bahan yg dilakukan menggunakan cara membumbun adonan serbuk gergaji kemudian menutupinya dengan plastic
Pembungkusan (Pembuatan Baglog). Pembungkusan memakai plastik polipropilen (PP) menggunakan ukuran yg diperlukan. Cara membungkus yaitu dengan memasukkan media ke dalam plastik kemudian dipukul/ditumbuk hingga padat menggunakan botol atau menggunakan filler (indera pemadat) lalu disimpan.
Sterilisasi dilakukan menggunakan mempergunakan indera sterilizer yang bertujuan menginaktifkan mikroba, bakteri, kapang, juga khamir yg dapat mengganggu pertumbuhan fungi yg ditanam. Sterilisasi dilakukan dalam suhu 90 – 100 derajat C selama 12 jam.

Inokulasi (Pemberian Bibit). Inokulasi merupakan kegiatan memasukan bibit fungi ke pada media fungi yg telah disterilisasi. Baglog ditiriskan selama 1 malam sehabis sterilisasi, lalu kita ambil dan ditanami bibit diatasnya dengan mempergunakan sendok makan/sendok bibit sekitar + tiga sendok makan lalu diikat menggunakan karet dan ditutup dengan kapas. Bibit Jamur Tiram yg baik yaitu asal menurut varitas unggul, umur bibit maksimal 45 – 60 hari, warna bibit merata, & nir tercemar oleh penyakit atau hama.

Inkubasi (masa pertumbuhan miselium) Jamur Tiram. Inkubasi Jamur Tiram dilakukan dengan cara menyimpan pada ruangan inkubasi dengan syarat eksklusif. Inkubasi dilakukan hingga seluruh media berwarna putih merata, biasanya media akan tampak putih merata antara 40 – 60 hari.

Panen Jamur Tiram Panen dilakukan sesudah pertumbuhan fungi mencapai tingkat yang optimal, pemanenan ini umumnya dilakukan lima hari sehabis tumbuh calon fungi. Pemanenan sebaiknya dilakukan dalam pagi hari buat mempertahankan kesegarannya & mempermudah pemasaran.

Sumber : https://goo.gl/P9eoWx