Konsolidasi Pemilikan Tidak Langsung dan Saling Memiliki Saham

Konsolidasi Pemilikan Tidak Langsung

Konsolidasi Pemilikan Tidak Langsung dan Saling Memiliki Saham

Konsolidasi Pemilikan Tidak Langsung
Konsolidasi Pemilikan Tidak Langsung

  Pengertian Pemilikan tidak langsung dan saling memiliki saham

Pemilkan tidak langsung adalah pemilikan saham-saham perusahaan anak terjadi sesudah adanya hak kontrol perusahaan  induk atas perusahaan sub induk

Struktur perusahaan afiliasi, dengan adanya hak kontrol yang diperoleh melalui pemilikan tidak langsung akan terdiri dari perusahaan induk,sub induk,dan anak. Apabila hal ini terjadi, maka untuk keperluan penyusunan neraca konsolidasi harus dimulai dengan menganalisa perubahan-perubahan yang terjadi pada rekening-rekening hak-hak para pemegang saham  perusahaan anak , serta pegaruhnya terhadap perusahaan sub induk dan perusahaan induk.

Ada kemungkinan di dalam suatu kelompok perusahaan yang berafiliasi mempunyai hubungan (afiliasi) bertingkat. Hal ini terjadi apabila suatu perusahaan anak memiliki hak kontrol (melalui pemilikan saham) terhadap perusahaan lain.

Sebagai contoh PT.OPA memiliki 80% saham-saham PT.PAPA , dan PT.PAPA memiliki 90% dari saham-saham PT.ANA. Dengan demikian ketiga perusahaan tersebut merupakan anggota-anggota perusahaan afiliasi. Pemilikan 80% saham-saham PT.PAPA mengakibatkan secara tidak langsung PT.OPA memiliki pula hak kontrol terhadap PT.ANA . Hubungan antara PT.OPA  dengan PT.ANA  disebut sebagai pemilikan (saham) secara tidak langsung. Dalam hal ini struktur (perusahaan) afiliasi meliputi dua tingkatan, yang  terdiri dari Perusahaan Induk (PT.OPA), sub induk (PT.PAPA) dan anak (PT. ANA). Secara umum hubungan afiliasi yang dibentuk dari adanya pemilikan tidak langsung itu dapat digambarkan sebagai berikut:

Hubungan perusahaan-perusahaan afiliasi, yang dibentuk dari adanya pemilikan (saham) tidak langsung.

Keterangan :

1). Perusahaan afiliasi, dengan satu sub induk dan satu (perusahaan) anak. Hak kontrol PT.OPA, terhadap PT.ANA diperoleh dari pemilikan saham tidak secara langsung.

2). Perusahaan afiliasi dengan beberapa sub induk dan satu (perusahaan) anak. Hak kontrol PT.OPA  terhadap PT.ANA dan PT.ANI diperoleh dari pemilikan saham tidak secara langsung.

 

Hak kontrol yang didapat oleh suatu perusahaan terhadap perusahaan lain dengan pemilikan tidak langsung ini, mungkin terjadi sebagai akibat adanya hubungan afiliasi di antara perusahaan-perusahaan (anak). Sebagai contoh dapat digambarkan sebagai berikut :

Keterangan :

3). Hak kontrol PT.OPA terhadap PT.MAMA diperoleh dari sebagian tidak secara langsung, yaitu melalui pemilikannya terhadap PT.PAPA.

Hubungan afiliasi ini akan semakin kompleks apabila terjadi saling memiliki saham-saham antar perusahaan induk dan perusahaan anak (mutual atau reciprocal holding), yang dapat digambarkan sebagai berikut:

Hubungan perusahaan-perusahaan afiliasi, dengan disertai adanya saling memiliki saham.

Pada bab ini akan dibahas mengenai hak kontrol  yang diperoleh dengan pemilikan tidak secara langsung dan mutual holding secara berturut-turut sebagai berikut:

1). Hak kontrol yang diperoleh dengan pemilikan tidak secara langsung:

a. Pemilikan saham-saham perusahaan anak, terjadi sesudah adanya hak kontrol oleh perusahaan induk pada perusahaan sub induk.

b. Pemilikan saham-saham perusahaan anak, terjadi sebelum adanya hak kontrol oleh perusahaan induk pada perusahaan sub induk.

c. Hak kontrol yang diperoleh dengan adanya hubungan afiliasi di antara perusahaan-perusahaan (anak).

2). Mutual atau reciprocal  holdings dengan pemilikan saham perusahaan anak terjadi setelah perusahaan  berjalan.

 II.               Pemilikan tidak langsung

  • Ø Pemilikan saham-saham perusahaan anak terjadi sesudah adanya hak control perusahaan induk atas perusahaan sub anak

Struktur perusahaan afiliasi, dengan adanya hak kontrol yang diperoleh melalui pemilikan tidak langsung akan terdiri dari perusahaan induk,sub induk,dan anak. Apabila hal ini terjadi, maka untuk keperluan penyusunan neraca konsolidasi harus dimulai dengan menganalisa perubahan-perubahan yang terjadi pada rekening-rekening hak-hak para pemegang saham  perusahaan anak , serta pegaruhnya terhadap perusahaan sub induk dan perusahaan induk.

Contoh 1:

PT. OPA membeli 400 lembar saham-saham PT.PAPA  dengan harga @ Rp 75.000,00 per lembar pada tanggal 1 Januari 2010. Satu tahun kemudian tepatnya pada tanggal 1 Januari 2011 PT.PAPA membeli 450 lembar saham-saham PT.ANA dengan harga @ Rp70.000,00.

Baik  PT.OPA, PT.PAPA  maupun PT.ANA masing-masing  mempunyai (modal) saham yang beredar sebanyak 500 lembar,nominal @ Rp 50.000,00/lembar. Berikut ini data mengenai saldo laba yang ditahan pada tanggal 31 Desember  2009, laba (rugi) usaha serta deviden yang dibagikan dalam dua tahun berturut-berturut untuk masing-masing perusahaan.

Keterangan

PT.OPA

(Rp)

PT.APA

(Rp)

PT.ANA

(RP)

Laba Yang Ditahan 31 Desember  2009Laba (rugi) usaha,tahun 2010

Pembagian deviden, Desember 2011

Laba  (rugi) usaha,tahun 2011

60.000.000,00

7.500.000,00

 

2.500.000,00

 

(5.000.000,00)

15.000.000,00

(3.750.000,00)

 

2.500.000,00

 

7.500.000,00

2.500.000,00

2.500.000,00

 

1.250.000,00

 

3.750.000,00

 

Sumber : https://merkbagus.id/