Keterkaitan antara Pelaksanaan Perilaku Birokrasi dengan Kinerja Pegawai

Keterkaitan antara Pelaksanaan Perilaku Birokrasi

Keterkaitan antara Pelaksanaan Perilaku Birokrasi

Keterkaitan antara Pelaksanaan Perilaku Birokrasi
Keterkaitan antara Pelaksanaan Perilaku Birokrasi

Berdasarkan dari uraian perilaku birokrasi dan kinerja

telah dikemukankan diatas, maka jelaslah bahwa perilaku birokrasi mempunyai keterkaitan yang erat dengan kinerja pegawai. Untuk itu akan dikemukakan pengertian perilaku birokrasi menurut Ndraha dalam buku yang berjudul Konsep Administrasi dan Administrasi di Indonesia (1989:70), sebagai berikut:
“Perilaku birokrasi merupakan interaksi antara individu dalam organisasi lingkungannya, karena perilaku birokrasi ditentukan oleh fungsi individu dalam lingkungan organisasi. Struktur organisasi pemerintah diwarnai oleh karakteristik, kapabilitas dan kapasitas individu atau aparat selaku abdi Negara atau pemerintah dan pelayan masyarakat yang secara hierarki sesuai dengan fungsi dan tanggung jawabnya”.
Pengertian kinerja pegawai menurut Sedarmayanti dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia(1995:53), sebagai berikut :
“Kinerja yang juga berarti prestasi kerja, pelaksanaan kerja, pencapaian kerja/hasil kerja/untuk kerja/penampilan kerja”.

Berdasarkan uraian diatas, mengenai arti perilaku birokrasi dan kinerja.

Perilaku birokrasi mempunyai keterkaitan dengan kinerja, yaitu bahwa kedisiplinan yang dilaksanakan dalam organisasi dapat memperlancar proses pelaksanaan kerja, karena dilaksanakan oleh para pegawai yang khususnya bekerja sesuai dengan bidangnya, sehingga mereka mengerjakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
Wewenang seorang pegawai yang didapat dari tingkatan yang lebih atas, memungkinkan pengawasan dilaksanakan secara langsung oleh pimpinan terhadap bawahannya untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kerja pegawai dan untuk memudahkan pegawai melaporkan kegiatan pada pimpinannya, sehingga tujuan organisasi dapat tercapai sesuai dengan rencana.
Keadilan juga dapat meningkatkan kinerja karena semua pekerjaan dilakukan tanpa pandang bulu dan status sosial orang-orang yang dilayani, semua dan cara kerjanya tidak mengenal pilih kasih, sehingga pelaksanaan kerja dapat memperoleh hasil yang sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dan mencapai hasil kerja yang efektif dan efisien.
Disini peneliti akan menguraikan penjelasan dari gambar diatas yaitu sebagai berikut :

1. Input.

Input merupakan masukan-masukan yang terdiri dari unsur-unsur yaitu Sumber Daya Manusia sebagai unsur pelaksana dan organisasi, rancangan organisasi, kualitas kerja pegawai, metode atau cara kerja, serta tugas pokok, dari semua unsur tersebut dipadukan untuk membantu dalam pelaksanaan terhadap peningkatan kinerja pegawai pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Subang.
2. Proses.
Dalam tahap ini input diupayakan untuk bisa digunakan dan dimanfaatkan seefektif mungkin dalam melaksanakan prinsip perilaku birokrasi yang tujuannya dapat meningkatkan kinerja pegawai dalam hal ini maka pimpinan diharapkan harus bisa memberikan pembinaan dan penghargaan dengan berpedoman pada prinsip perilaku birokrasi sehingga dapat meningkatkan kinerja pegawai pada Badan Kepegawaian Daerah Subang.
3. Output.
Jika pelaksanaan perilaku birokrasi berdasarkan pada prinsip perilaku birokrasi maka kinerja pegawai pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Subang akan meningkat.
4. Feed Back.
Peningkatan kinerja pegawai diharapkan dapat memberikan umpan balik terhadap input yang berupa kesinambungan unsur-unsur yang terdapat dalam input tersebut, sehingga dapat diupayakan agar lebih berdaya guna dan berhasil guna. Hasil dari input tersebut setelah diproses kemudian akan menghasilkan keluaran yang berupa output dan selanjutnya menimbulkan umpan balik yang diharapkan adalah dapat memperbaiki kekurangan-kekurangan dalam pelaksanaan perilaku birokrasi dan diharapkan dapat memberikan kemungkinan terjadinya peningkatan kenerja pegawai pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Subang. Pelaksanaan perilaku birokrasi harus dilaksanakan berdasarkan prinsip perilaku birokrasi sehingga akan meningkatkan kinerja pegawai namun sebaliknya apabila pelaksanaan perilaku birokrasi tidak berdasarkan pada prinsip perilaku birokrasi maka kinerja akan menurun, maka disini terlihat adanya keterkaitan antara birokrasi dan kinerja pegawai yang menimbulkan hubungan kerja yang saling mempengaruhi antara satu dengan yang lainnya.