Karakteristik Penjajahan Portugis, Spanyol Dan Inggris

Karakteristik Penjajahan Portugis, Spanyol Dan Inggris

 

Karakteristik Penjajahan Portugis

 

Karakteristik Penjajahan Portugis, Spanyol Dan Inggris– Salah satu factor penyebab portugis mengadakan ekspansi kea rah timur disebabkan oleh perjanjian Tordesilas oleh Paus Alexander VI di Roma. Setelah portugis menguasai asia tenggara khususnya selat malaka (1511), dari sinilah portugis mengirimkan angkatan perangnya ke Maluku dipimpin oleh Antonio d’Abreu. Mereka dapat memanfaatkan persaingan yang terjadi di antara penguasa setempat untuk memperkuat kedudukannya.

 

Karakteristik Penjajahan Portugis, Spanyol Dan Inggris

Misalnya, ketika orang portugis datang ke Maluku, Hitu, dan Seram sedang berselisih dan portugis memihak Hitu. Di tempat lain, kedatngan portugis ke ternate diterima baik oleh penguasa setempat karena portugis dianggap sekutu dalam menghadapi kerajaan lainnya, yaitu Tidore. Maka sebagai imbalan portugis menuntut hak monopoli perdagngan cengkeh. Jika hal ini diluluskan berarti rakyat kehilangan kebebasannya menjual hasil tanamannya dengan hasil yang lebih menguntungkan.

 

Karakteristik Penjajahan Spanyol

 

Spanyol menjajah Indonesia hanya sementara karena mereka lebih memfokuskan kekuasaannya di Filipina, walaupun hanya sementara, namun termasuk bangsa yang pernah menduduki Indonesia, uraian singkatnya sebagai berikut.

Sesuai dengan hasil perjanjian tordesilas bahwa spanyol mendapat bagian wilayah barat, rombongan kapal spanyol bertolak dari negerinya menuju kearah barat, dibawah pimpinan Magelhaen. Rombongan kapal spanyol ini setelah melintasi samudera pasifik, tiba di Filipina. Magelhaen sendiri tewas dalam perang denagn penduduk pulau Cebu (baca Sebu) di Filipina. Akan tetapi, rombongannya meneruskan perjalanan ke Maluku dan tiba di tidore tahun 1521. Waktu itu tidore dipimpin oleh sultan Al-Mansur, rombongan spanyol ini disambut baik oleh sultan tidore dengan ramah-tamah. Hal ini disebebkan tidore sedang berselisih dengan ternate maka tidore mencari dukungan seperti halnya ternate didukung portugis. Persaingan antara tidore dengan ternate semakin meningkat, dibalik itu berlangsung permusuhan antara portugis dengan spanyol. Namun, akhirnya kedua bangsa ini mengadakan kesepakatan, dan dari hasil kesepakatan itu portugis memperoleh Maluku, sedangkan spanyol memperoleh Filipina maka mundurlah spanyol dari Maluku dan memusatkan perhatiannya di Filipina.

 

Karakteristik Penjajahan Inggris

 

Pada tahun 1980 F. Drake dalam perjalanan keliling dunia singgah di ternate, setelah berlayar mengarungi lautan Pasifik. Ia melaporkan kepada pemerintahannya tentang permintaan sultan ternate agar diberi bantuan peralatan untuk melawan Portugis. Pada waktu itu ada dua pendapat tentang sikap yang harus diputuskan oleh inggris dalam menghadapi portugis. Pendapat pertama meminta membantu portugis dengan imbalan mendapat hak monopoli dari portugis, sedangkan pendapat kedua agar inggris segera merebut hak monopoli perdagangan dari portugis dan segera menggunakan jalur perdagangan laut melalui tanjung harapan. Pendapat kedua nampaknya yang lebih kuat untuk dilaksanakan. Berita tentang berhasilnya Cornelis de Houtman sampai di banten menggugah pelaut-pelaut inggris untuk mengadakan pelayaran kembali kedunia timur, sesampainya di wilayah nusantara inggris diperlakukan sebagai lawan oleh belanda padahal di eropa belanda adalah sekutu inggris.

Walaupun inggris berusaha menjelaskan kepada belanda bahwa kedatangan di Maluku lebih dahulu daripada belanda sehingga lebih berhak untuk mendapatkan system monopoli perdagangan, namun belanda mengemukakan alasan bahwa mereka mendapatkan hak monopoli perdagangan ini setelah mengeluarkan biaya yang cukup besar dalam persaingan melawan portugis dan spanyol.

 

Artikel Terkait