Jenis Bahan Kimia Berbahaya

Jenis Bahan Kimia Berbahaya

Jenis Bahan Kimia Berbahaya

Jenis Bahan Kimia Berbahaya

Bahan – bahan kimia berbahaya tidak hanya terdapat pada makanan, tetapi barang / pakaian yang sering kita gunakan pun terdapat zat – zat kimia yang berbahaya. Berikut beberapa jenis bahan kimia yang terdapat di kehidupan kita sehari – hari.


Bahan Kimia Berbahaya Dalam Makanaan

  • Sakarin ( Saccharin )

    Sakarin sering dikatakan sebagai bahan pengganti gula. Bentuknya seperti bubuk putih tidak berbau dan sangat manis. Zat kimia yang satu ini, seringkali digunakan sebagai pengganti gula karena memiliki tingkat kemanisan 550 kali lebih dari gula biasa. Efek samping dari bahan kimia ini yaitu dapat menyebabkan kanker kandung kemih ( mukosa ).


  • Siklamat ( Cyclamate )
    Zat kimia yang satu ini juga sering dijumpai pada makanan serta minuman. Sama seperti sakarin, siklamat juga merupakan bahan pengganti gula. Namun memiliki kadar yang rendah di banding sakarin. Kira – kira 30 kali lebih manis dari gula biasa. Efek samping yang bisa ditimbulkan dari penggunaan zat kimia yang berlebihan ini pecahnya sel kromosom dalam medium biakan leukosit.


  • Nitrosamin
    Nitrosamin memiliki bentuk seperti garam. Warnanya agak sedikit kekuning – kuningan. Bahan kimia ini biasanya sering digunakan untuk menciptakan aroma khas suatu makanan. Efek samping yang ditimbulkan dapat menggangu metabolisme tubuh, menyebabkan kanker, serta mengubah susunan DNA di dalam tubuh.
  • Boraks
    Bahan kimia berbahaya ini rasanya sering kita dengar. Boraks merupakan bahan kimia berbahaya yang sering digunakan dalam makanan karena dapat menimbulkan efek yang bagus pada tekstur makanan. Padahal aslinya boraks ini merupakan bahan pembersih dan pengawet kayu. Efek yang ditimbulkan dari penggunaan bahan kimia ini adalah kematian, koma, kerusakan ginjal, dll.


  • Rhodamin B pada Makanan
    Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No.239/Menkes/Per/V/85 menetapkan 30 zat pewarna berbahaya. Rhodamine B termasuk salah satu zat pewarna yang dinyatakan sebagai zat pewarna berbahaya dan dilarang digunakan pada produk pangan (Syah et al. 2005). Namun demikian, penyalahgunaan rhodamine B sebagai zat pewarna pada makanan masih sering terjadi di lapangan dan diberitakan di beberapa media massa. Sebagai contoh, rhodamine B ditemukan pada makanan dan minuman seperti kerupuk, sambal botol dan sirup di Makassar pada saat BPOM Makassar melakukan pemeriksaan sejumlah sampel makanan dan minuman ringan (Anonimus 2006).

Rhodamine B termasuk zat yang apabila diamati dari segi fisiknya cukup mudah untuk dikenali. Bentuknya seperti kristal, biasanya berwarna hijau atau ungu kemerahan. Di samping itu rhodamine juga tidak berbau serta mudah larut dalam larutan berwarna merah terang berfluorescen. Zat pewarna ini mempunyai banyak sinonim, antara lain D and C Red no 19, Food Red 15, ADC Rhodamine B, Aizen Rhodamine dan Brilliant Pink B. Rhodamine biasa digunakan dalam industri tekstil. Pada awalnya zat ini digunakan sebagai pewarna bahan kain atau pakaian. Campuran zat pewarna tersebut akan menghasilkan warna-warna yang menarik. Bukan hanya di industri tekstil, rhodamine B juga sangat diperlukan oleh pabrik kertas.


Fungsinya sama yaitu sebagai bahan pewarna kertas sehingga dihasilkan warna-warna kertas yang menarik. Sayangnya zat yang seharusnya digunakan sebagai pewarna tekstil dan kertas tersebut digunakan pula sebagai pewarna makanan.
Penggunaan zat pewarna ini dilarang di Eropa mulai 1984 karena rhodamine B termasuk karsinogen yang kuat. Efek negatif lainnya adalah menyebabkan gangguan fungsi hati atau bahkan bisa menyebabkan timbulnya kanker hati (Syah et al. 2005). Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa zat pewarna tersebut memang berbahaya bila digunakan pada makanan. Hasil suatu penelitian menyebutkan bahwa pada uji terhadap mencit, rhodamine B menyebabkan terjadinya perubahan sel hati dari normal menjadi nekrosis dan jaringan di sekitarnya mengalami disintegrasi. Kerusakan pada jaringan hati ditandai dengan adanya piknotik (sel yang melakukan pinositosis) dan hiperkromatik dari nukleus, degenerasi lemak dan sitolisis dari sitoplasma (Anonimus 2006).


Dalam analisis yang menggunakan metode destruksi yang kemudian diikuti dengan analisis metode spektrofometri, diketahui bahwa sifat racun rhodamine B tidak hanya disebabkan oleh senyawa organik saja tetapi juga oleh kontaminasi senyawa anorganik terutama timbal dan arsen (Subandi 1999). Keberadaan kedua unsur tersebut menyebabkan rhodamine B berbahaya jika digunakan sebagai pewarna pada makanan, obat maupun kosmetik sekalipun. Hal ini didukung oleh Winarno (2004) yang menyatakan bahwa timbal memang banyak digunakan sebagai pigmen atau zat pewarna dalam industri kosmetik dan kontaminasi dalam makanan dapat terjadi salah satu diantaranya oleh zat pewarna untuk tekstil.


  • Melamin
    Melamin merupakan bahan kimia yang banyak digunakan pada industri plastik, lem, serta peralatan makanan dan minuman. Melamin ini dilarang keras untuk dicampur dengan bahan makanan yang kita konsumsi. Penggunaan Melamin pada makanan yang kita makan akan menimbulkan beberapa penyakit, yaitu:
    ~ Kerusakan Fungsi Ginjal
    ~ Gangguan Pencernaan Akut
    ~ Kerusakan fungsi hati dan Otak

Sumber:

https://littlehorribles.com/game-of-kings-apk/