IDS(Intrusion Detection System) dan IPS(Intrusion Prevention System)

IDS(Intrusion Detection System) dan IPS(Intrusion Prevention System)

IDS(Intrusion Detection System) dan IPS(Intrusion Prevention System)

IDS(Intrusion Detection System) dan IPS(Intrusion Prevention System)
IDS(Intrusion Detection System) dan IPS(Intrusion Prevention System)

Salah satu metode yang lazim digunakan

Dalam pengamanan jaringan adalah IDS(Intrusion Detection System) dan IPS(Intrusion Prevention System). Kedua mekanisme ini biasanya saling terhubung dan digunakan secara bersama. Sesuai namanya IDS digunakan untuk mendeteksi gangguan dan ancaman yang ada pada jaringan. Cara kerja IDS adalah melakukan filtering dari packet data yang ada dalam lalu lintas jaringan. Apabila ditemukan packet data yang mencurigakan dan berbahaya IDS akan mengirim pesan peringatan ke System Administrator. Untuk meningkatkan kinerja dan kapasitas pengamanan dari IDS, biasanya dilakukan integrasi antara IDS dengan NMS(Network Monitoring System) yang ada.

 

Meskipun sekarang ini kebanyakan IDS telah memiliki integrasi software

manajemen pada perangkatnya masing-masing. Namun IDS lambat laun dirasa kurang optimal dan efektif. Karena fungsinya yang hanya mampu mendeteksi gangguan dan ancaman saja tanpa melakukan perbaikan secara otomatis. Untuk itu digunakanlah IPS yang befungsi untuk mencegah dan menanggulangi ancaman yang terdeteksi oleh IDS. Bentuk dari IPS itu sendiri dapat berupa IDS yang ditambahkan fitur ataupun perangkat IPS yang dedicated. Mayoritas platform dan perusahaan perangkat jaringan sudah menyediakan perangkat IDS dan IPS.

Metode – metode pengamanan sangat dibutuhkan dalam layanan telematika

hal ini untuk menghindari timbulnya gangguan – gangguan yang mungkin terjadi.

Apa perbedaan metode pengamanan layanan telematika antara perangkat  yang menggunakan kabel dengan perangkat wireless?

Metode pengamanan layanan telematika pada perangkat wireless

lebih komplek dan beragam dari pada perangkat kabel karena dari segi gangguan yang timbul, lebih banyak gangguan yang terjadi pada perangkat wireless dari pada perangkat kabel. Lebih sulit untuk mengamankan jaringan wireless dari hacker dibandingkan dengan jaringan kabel klasik. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa jaringan wireless dapat diakses di mana saja dalam berbagai antena. Sedangkan pada jaringan kabel, orang harus menghubungkan kabel UTP kedalam port hub/switch, maka tentu lebih mudah mengawasi siapa saja yang boleh terhubung ke suatu jaringan.

  • Pada wireless data mudah dicuri selama ada sinyal yang bisa terkoneksi, dan mudah terkena interferensi frekuensi sedangkan kabel tidak mudah terkena interferensi frekuensi karna jalurnya khusus.

Baca Juga :