Hobi Unik Menteri Susi, Gemar Baca Sampai ke Kolong Tempat Tidur

Hobi Unik Menteri Susi, Gemar Baca Sampai ke Kolong Tempat Tidur

Hobi Unik Menteri Susi, Gemar Baca Sampai ke Kolong Tempat Tidur

Hobi Unik Menteri Susi, Gemar Baca Sampai ke Kolong Tempat Tidur
Hobi Unik Menteri Susi, Gemar Baca Sampai ke Kolong Tempat Tidur

Menteri Susi Pudjiastuti memiliki wawasan yang luas sejak kecil. Hal itu diperolehnya dari hobinya yang suka membaca. Kebiasaan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut masih dilakukan hingga detik ini. Susi selalu menyempatkan diri membaca setiap hari.

“Saya dari kecil suka membaca, kalau anak sekarang kan tak hanya kertas tapi sudah elektronik. Meskipun di daerah masih banyak juga yang andalkan hard copy dan buku bacaan,” jelasnya dalam ajang Temu Pendidik Nusantara 2017 bersama Wardah di GOR Ragunan bersama seribu guru, Minggu (16/10).

Susi menambahkan selain berkemah dan kepemimpinan, hobinya adalah mojok di perpustakaan saat kecil. Dia tak bisa menunda buku yang dibacanya karena rasa penasarannya yang tinggi.

“Saya rasa tak ada satu buku di perpustakaan sekolah yang belum pernah saya baca. Tiap hari saya membaca,” ujarnya.

Susi menyebutkan kebiasaannya membaca tak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah. Padahal saat dirinya kecil, orang tuanya menerapkan jam tidur malam yang sangat disiplin. Susi pun mencuri-curi kesempatan saat ayahnya sudah mematikan lampu kamarnya.

“Jam 9 malam itu lampu sudah harus mati. Saat dicek ke kamar saya kan sudah gelap. Tapi saya punya baterai (senter) sehingga saya masuk ke dalam selimut membaca supaya enggak kelihatan anak saya. Bahkan saya membaca di kolong tempat tidur, kasurnya saya tutupi guling seolah saya sudah tidur,” katanya tertawa.

Susi menyebutkan berbagai majalah yang dia baca dari mulai Kuncung, Bobo,

Intisari, Kho Ping Hoo hingga Api di Bukit Menoreh. Susi yakin setiap anak lahir dengan rasa ingin tahu yang tinggi.

“Sebab, kalau belum selesai baca itu penasaran. Sampai sekarang saya masih sempatkan baca 10-15 artikel setiap hari,” tuturnya.

Makna pendidikan bagi Susi, adalah sebuah proses belajar terus menerus sebagai

manusia hidup yang bernapas. Selama manusia masih memiliki napas, Susi menganjurkan agar selalu belajar. Jika tidak, seseorang akan ketinggalan zaman dan tak bisa bergaul.

“Pendidikan itu harus moving tak boleh stagnan. Itulah yang membentuk saya

sampai sekarang ini. Bapak saya selalu memberikan saya hadiah buku-buku. Banyak kawan yang tak terlalu tahu kebiasaan saya suka membaca. Sampai buku sudah bulukan pun masih saya baca,” kata Susi.

 

Baca Juga :