Hasil Wawancara

Hasil Wawancara

Sejak 30 tahun yang lalu karena penduduknya rata-rata menjadi pengrajin gerabah, awalnya mereka membuat kebutuhan rumah tangga seperti jangkih dan cobek. Lama berjalannya waktu mereka mulai mengembangkan kerajinan tersebut seperti kebayan sesuai pesanan.

Motif-motifnya

Awalnya itu kreasi saja, motifnya yang asli itu seperti hiasan-hiasan berugak kalo di Lombok. Cecak, bunga, setelah itu bergeser kreasi sesuai pesanan.

Bahan-bahannya

Bahan utama pembuatannya adalah tanah liat, tanah sari. Alat yang digunakan kebannyakan manual.

Nilai estetis dan ekonomis

Awalnya itu hanya sebagai kebutuhan rumah tangga, misalnya untuk memasak dan bergeser sebagai estetika untuk hiasan atau pajangan. Harga tertinggi terrgantung besar kecilnya barang dan tingkat kerumitannya. Ada yang memakai telur dan memakai rotan.

Yang termahal rata-rat dari Rp. 100.000 s/d Rp. 500.000, dan harga murah sekitar Rp.1.000 s/d Rp. 5.000.

Penjualan

Kalau yang local sampai ke Jawa, Sulawesi, Kalimantan dan Makassar dan yang International biasanya ke Australia, Eropa, Timur Tengah dan Amerika.

Kesimpulan

Gerabah adalah bagian dari keramik yang dilihat berdasarkan tingkat kualitas bahannya. Namun masyarakat ada mengartikan terpisah antara gerabah dan keramik. Ada pendapat gerabah bukan termasuk keramik, karena benda-benda keramik adalah benda-benda pecah belah permukaannya halus dan mengkilap seperti porselin dalam wujud vas bunga, guci, tegel lantai dan lain-lain. Sedangkan gerabah adalah barang-barang dari tanah liat dalam wujud seperti periuk, belanga, tempat air, dll. Untuk memperjelas hal tersebut dapat ditinjau dari beberapa sumber berikut ini.

Pada masa perundagian, pembuatan barang-barang gerabah makin maju dan kegunaan gerabah semakin meningkat. Meskipun barang-barang dari perunggu dan besi memiliki peranan sangat penting, akan tetapi gerabah pun masih sangat penting dan fungsinya tidak dapat digantikan oleh alat-alat yang terbuat dari logam. Pada umumnya gerabah dibuat untuk kepentingan rumah tangga sehari-hari, selain itu gerabah seperti tempayan digunakan sebagai tempat bekal kubur, tempat sesaji, tempat untuk menempatkan tulang-tulang, tempat untuk menyimpan ari-ari bayi yang baru lahir. Cara pembuatan  gerabah pada masa perundagian lebih maju jika dibandingkan pada masa bercocok tanam. Dengan adanya kebiasaan ini menunjukan bahwa teknik pembuatan gerabah lebih tinggi. Bukti-bukti peninggalan benda-benda gerabah ditemukan di Kendenglembu (Banyuwangi), Klapadua (Bogor), Serpong (Tangerang), Kalumpang dan Minanga Sapakka (Sulawesi Tengah) dan sekitar bekas danau Bandung.

RECENT POSTS

Author: ixa8f