Genetika dan Awal Kehidupan

Genetika dan Awal Kehidupan

Genetika dan Awal Kehidupan

Perkembangan setiap individu dimulai dengan fertilisasi, yaitu saat oosit sekunder yang mengandung ovum yang dibuahi sperma. Sebelum sperma dapat memasuki oosit sekunder, pertama-tama sperma harus dapat menembus berlapis-lapis sel granulose yang melekat disisi luar oosit sekunder yang disebut korona radiata.

Kemudian sperma juga harus menembus lapisan sesudah korona radiata yang berupa gliko protein yaitu zona pelusida. Sperma dapat menembus oosit sekunder karena baik sperma maupun oosit sekunder menghasilkan enzim dan senyawa tertentu sehingga terjadi aktivitas yang saling mendukung. Pada sperma bagian akrosom mengeluarkan :

Genetika dan Awal Kehidupan

(1) hialuronidase, enzim yang dapat melarutkan senyawa hilarunoid yang terdapat pada lapisan korona radiata,

(2) akrosin, protease yang dapat menghancurkan glikoprotein pada zona pelusida, dan

(3) antifertilizin, antigen terhadap oosit sekunder senhingga sperma dapat melekat pada oosit sekunder.

Selain sperma, oosit sekunder juga mnegeluarkan senyawa tertentu. Senyawa tersebut adalah fertilizin, yang tersusun atas glikoprotein yang berfungsi :

(1) mengaktifkan sperma agar bergerak lebih cepat,

(2) menarik sperma secara kemostaksis positif, dan

(3) mengumpulkan sperma di sekeliling oosit sekunder

Pada saat sperma menembus oosit sekunder, sel-sel granulosit dibagian korteks oosit sekunder mengeluarkan senyawa tertentu yang menyebabkan zona pelusida tidak dapat ditembus oleh sperma lainnya.

Segera setelah sperma memasuki nukleus, kepala sperma akan membesar. Sebaliknya ekor sperma akan berdegenerasi. Kemudian inti pserma yang mengandung 23 kromosom dengan ovum yang mengandung 23 kromosom akan bersatu menghasilkan zigot dengan 23 pasang kromosom atau 46 kromosom.

sumber :

https://multiply.co.id/champion-of-the-fields-apk/

Author: ixa8f