Fungsi Kemiskinan

Fungsi Kemiskinan

Fungsi Kemiskinan

Fungsi Kemiskinan
Fungsi Kemiskinan

pertama : adalah menyediakan tenaga kerja untuk pekerjaan kotor,tidak terhormat,berat,berbahaya,tetapi di bayar murah.

kedua : kemiskinan adalah menambah atau memperpanjang nilai guna barang atau jasa.baju bekas yang sudah tidak terpakai dapat di jual ( atau dengan bangga di katakan ” di infakan ”)kepada orang-orang miskin.

ketiga : kemiskinan adalah mensubsidi berbagai kegiatan ekonomi yang menguntungkan orang-orang kaya.pegawai-pegawai kecil,karena di bayar murah,petani tidak boleh menaikan harga beras mereka untuk mensubsidi orang-orang kota.

kempat : kemiskinan adalah menyediakan lapangan kerja,bagaimana mungkin orang miskin memberikan lapangan kerja ? karena ada orang miskin lahirlah pekerjaan tukang kredit ( barang atau uang ) aktivis-aktivis LSM ( yang menyalurkan dana dari badan-badan internasional lewat para aktivis yang belum mendapatkan pekerjaan kantor ) belakangan kita tahu bahwa tidak ada komunitas yang paling laku di jual oleh negara ketiga di pasaran internasional selain kemiskinan.

kelima : kemiskinan adalah memperteguh status sosial orang-orang kaya,perhatikan jasa orang miskin pada perilaku orang-orang kaya baru.sopir yang menemaninya memberikan label bos kepadanya.Nyonya-nyonya dapat menunjukan kekuasaannya dengan memerintah inem-inem mengurus rumah tangganya.

keenam : orang miskin juga bermamfaat untuk di jadikan tumbal pembangunan.untuk mempertahankan martabat bangsa di hadapan bangsa-bangsa asing,pekerjaan yang tidak manuasiawi harus di hapuskan.untuk itu ribuan tukang bacak di siapkan untuk menjadi tumbal.ribuan becak di tengelamkan le dalam laut dan tidak ada ganti rugi sama sekali.

Studi Kasus

akarta – Pada mulanya adalah kemiskinan. Lalu pengangguran. Kemudian kekerasan dan kejahatan [crime]. Martin Luther King [1960] mengingatkan, “you are as strong as the weakestof the people.” Kita tidak akan menjadi bangsa yang besar kalau mayoritas masyarakatnya masih miskin dan lemah. Maka untuk menjadi bangsa yang besar mayoritas masyarakatnya tidak boleh hidup dalam kemiskinan dan lemah.

Sesungguhnya kemiskinan bukanlah persoalan baru di negeri ini. Sekitar seabad sebelum kemerdekaan Pemerintah Kolonial Belanda mulai resah atas kemiskinan yang terjadi di Indonesia [Pulau Jawa]. Pada saat itu indikator kemiskinan hanya dilihat dari pertambahan penduduk yang pesat [Soejadmoko, 1980].

Kini di Indonesia jerat kemiskinan itu makin akut. Jumlah kemiskinan di Indonesia pada Maret 2009 saja mencapai 32,53 juta atau 14,15 persen [www.bps.go.id]. Kemiskinan tidak hanya terjadi di perdesaan tapi juga di kota-kota besar seperti di Jakarta. Kemiskinan juga tidak semata-mata persoalan ekonomi melainkan kemiskinan kultural dan struktural.

Pertanyaannya seberapa parah sesungguhnya kemiskinan di Indonesia? Jawabannya mungkin sangat parah. Sebab, kemiskinan yang terjadi saat ini bersifat jadi sangat multidimensional. Hal tersebut bisa kita buktikan dan dicarikan jejaknya dari banyaknya kasus yang terjadi di seluruh pelosok negeri ini.

Sumber : https://abovethefraymag.com/

Author: ixa8f