Fungsi Investasi, Tabungan dan Konsumsi dalam Pendekatan Ekonomi Islam

Fungsi Investasi, Tabungan dan Konsumsi dalam Pendekatan Ekonomi Islam

Fungsi Investasi, Tabungan dan Konsumsi dalam Pendekatan Ekonomi IslamFungsi Investasi, Tabungan dan Konsumsi dalam Pendekatan Ekonomi Islam

Zakat adalah “pajak” (pembayaran) bercorak khusus yang dipungut dari harta bersih seseorang, yang harus dikumpulkan oleh negara dan dipergunakan untuk tujuan-tujuan khusus, terutama berbagai corak jaminan sosial. Zakat akan mendorong investasi langsung maupun tidak langsung. Secara langsung, dengan dikenakan zakat terhadap kekayaan maka kekayaan yang ditabung akan segera diaktifkan atau diinvestasikan. Secara tidak langsung, dengan meningkatnya barang-barang dan jasa-jasa pokoksebagai akibat meningkatnya pendapatan fakir-miskin maka permintaan terhadap barang-barang dan jasa-jasa pokok akan meningkat. Meningkatnya barang dan jasa ini akan merangsang produksi barang-barang dan jasa-jasa tersebut, yang berarti meningkatnya investasi terutama terhadap barang-barang dan jasa-jasa pokok.13[14]

Dalam konsep ekonomi Islam, fikih zakat menyebutkan bahwa sistem zakat berusaha untuk mempertemukan pihak surplus muslim dengan pihak devisit muslim. Hal ini dengan harapan terjadi proyeksi pemerataan pendapatan antara surplus dan devisit muslimatau bahkan menjadikan kelompok yang devisit (mustahik) menjadi surplus (muzakki).

Zakat sendiri bukanlah suatu kegiatan yang semata-mata untuk tujuan duniawi, seperti distribusi pendapatan, stabilitas ekonomi, dan lainnya tetapi juga memiliki implikasi untuk kehidupan di akhirat. Hal inilah yang membedakan kebijakan fiskal dalam Islam dan kebijakan fiskal dalam ekonomi pasar.14

Sumber :

https://deevalemon.co.id/

 

Author: ixa8f