Fisiologis Masa Nifas

Fisiologis Masa Nifas

Aktivitas saluran cerna dikurangi atau kembali ke kondisi semula setelah menjalani adaptasi pada masa kehamilan. Beberapa perubahan tersebut antara lain:

  1. Kurangnya tekanan uterus pada usus dan lambung
  2. Berkurangnya nyeri epigastrium akibat makanan yang sebagian masuk dalam esofagus bagian bawah.

Pada jam-jam pertama pasca persalinan, ibu bersalin sangat tidak berdaya.pemenuhan nutrisi ibu belum dapat dilakukan melalui oral, naum 2-3 jam setelah bersalin, ibu dapat memenuhi nutrisinya dengan minum dan makan seperti biasa, bila ingin. Saluran cerna ibu pada jam-jam pertama pasca persalinan membutuhkan waktu untuk kembali pada fungsi normalnya. Faktor fisiologis yang sangat potensial mempengaruhi aktivitas isi perut pasca persalinan adalah psikologis ibu.

Isi perut ibu tidak akan bekerja secara efektif jika terlalu mencemaskannya. Hal yang ditakutkan ibu akibat dari pemenuhan nutrisinya adalah buang air besar. Hal ini tidak perlu dicemaskan, karena tidak akan menambah perlukaan atau membuka jahitan.

Beberapa rasa takut psikologis yang tidak mendasar dialami ibu pasca persalinan adalah sebagai berikut :

  1. Hal itu akan membuka jahitan
  2. Takut membuat ambeien semakin parah
  3. Rasa malu yang wajar karena kurangnya privasi di rumah sakit
  4. Takanan untuk “melakukan” yang sering membuat perbuatan ibu sendiri semakin sulit.

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut :

  1. Jangan cemas : Isi perut tidak akan bekerja secara efektif jika anda terlalu mencemaskan acara BAB.
  2. Mintalah makanan kasar seperti gandum murni, sayur serta buah segar.
  3. Terus konsumsi cairan : air putih atau jus buah
  4. Beranjak dari ranjang : Tubuh yang tidak aktif akan membuat pergerakan perut ikut tidak aktif. Ibu dapat berjalan-jalan sendiri sepanjang koridor, melihat halaman dan lain-lain.
  5. Jangan ditahan : Menahan BAB tidak akan membuka jahitan, tetapi hal itu akan menimbulkan ambeien, ibu mungkin bisa nyaman dengan kompres panas/dingin atau juga dengan memasukkan obat lewat dubur.
  6. Gunakan pelunak tinja : Banyak rumah sakit memberikan pelunak tinja dan obat mencahar kepada ibu sesudah melahirkan. Buang air besar pertama mungkin dilewati dengan rasa sangat tidak nyaman. Akan tetapi, setelah tinja melunak dan menjadi lunak dan semakin rutin, rasa tidak nayaman itu akan berkurang dan yang akhirnya menghilang.

 

 

Pengeluaran cairan lebih banyak pada waktu persalinan mempengaruhi konstipasi. Hal ini disebabkan karena pada waktu melahirkan alat pencernaan mendapat tekanan yang menyebabkan colon menjadi kosong, selain itu mempengaruhi peristaltik usus. Defekasi biasanya 2-3 hari post partum masih susah BAB, maka sebaiknya dengan pemberian obat-obatan.

Dalam melahirkan anak, ibu memerlukan tenaga extra sehingga persediaan tenaga akan dihabiskan dalam persalinan. Pergantian tenaga terjadi apabila cukup zat-zat makanan yang diperlukan sehingga ada metabolisme yang lancar. Nutrisi ibu harus sangat mendapat perhatian karena makanan yang baik mempercepat penyembuhan ibu, yang juga sangat mempengaruhi susunan air susu.pada masa ini ibu mendapatkan penambahan nutrisi ± 500 dari masa hamil.

  1. Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Pencernaan

Sistem gastrointestinal selama kehamilan dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya tingginya kadar progesteron yang dapat mengganggu keseimbangan cairan tubuh, meningkatkan kolestrol darah, dan melambatkan kontraksi otot-otot polos. Pasca melahirkan, kadar progesteron juga mulai menurun. Namun demikian, faal usus memerlukan waktu 3-4 hari untuk kembali normal.

Beberapa hal yang berkaitan dengan perubahan pada sistem pencernaan, antara lain:

Nafsu Makan

Pasca melahirkan, biasanya ibu merasa lapar sehingga diperbolehkan untuk mengkonsumsi makanan. Pemulihan nafsu makan diperlukan waktu 3–4 hari sebelum faal usus kembali normal. Meskipun kadar progesteron menurun setelah melahirkan, asupan makanan juga mengalami penurunan selama satu atau dua hari.

  1. Motilitas

Secara khas, penurunan tonus dan motilitas otot traktus cerna menetap selama waktu yang singkat setelah bayi lahir. Kelebihan analgesia dan anastesia bisa memperlambat pengembalian tonus dan motilitas ke keadaan normal.

  1. Pengosongan Usus

Pasca melahirkan, ibu sering mengalami konstipasi. Hal ini disebabkan tonus otot usus menurun selama proses persalinan dan awal masa pascapartum, diare sebelum persalinan, enema sebelum melahirkan, kurang makan, dehidrasi, hemoroid ataupun laserasi jalan lahir. Sistem pencernaan pada masa nifas membutuhkan waktu untuk kembali normal.

Baca juga:

Author: ixa8f