Etika dalam berprofesi di dunia Teknologi

Etika dalam berprofesi di dunia Teknologi

Etika dalam berprofesi di dunia Teknologi

Etika dalam berprofesi di dunia Teknologi
Etika dalam berprofesi di dunia Teknologi

Dengan adanya berbagai macam problematik

yang merupakan dampak dari perkembangan TI (Teknologi Informasi), diharapkan akan dapat disusun Etika yang mampu menangkal dampak negatif dari perkembangan TI. Hal ini menyebabkan pertimbangan-pertimbangan yang berbeda dalam hal penetapan Etika, baik dalam hal formulasinya maupun dalam hal penetapan kebijakan-kebijakan agar Etika yang disusun dapat dipergunakan di dunia TI. Perbedaan ini timbul dikarenakan TI memberikan begitu banyak kemampuan dan memberikan banyak pilihan dalam mengambil tindakan, tetapi belum ada kebijakan tentang bagaiman TI itu semestinya dipergunakan.

 

Prinsip Dasar Etika Profesi antara lain:

Standar Teknis; Pelaksanaan jasa profesional relevan dengan bidangnya. Kopentensi; Pelaksanaan jasa profesional sesuai kompetensi, dengan kehati-hatian dan ketekunan. Tanggung jawab profesi; Pelaksanaan jasa profesional menggunakan pertimbangan moral dan bertanggunjawab atas pekerjaan yang dilakukannya. Obyektivitas; pelaksanaan jasa profesional secara obyektif dan bebas dari bantuan kepentingan. Serta Kerahasiaan; tidak boleh mengungkapkan informasi yang diperoleh tanpa persetujuan, kecuali ada kewajiban profesional/hukum.

 

Etika dalam Teknologi Informasi itu sebagai analisis

mengenai sifat dan dampak sosial teknologi komputer dan informasi dan justifikasi kebijakan untuk menggunakan teknologi tersebut secara etis. (James H. Moor). Adapun alasan pentingnya etika dalam dunia

Teknologi Informasi menurut James H. Moor adalah :

1. Kelenturan Logika : Kemampuan memprogram komputer untuk melengkapi apapun yang kita inginkan.

2. Faktor Transformasi : Komputer dapat mengubah secara drastis cara kita melakukan sesuatu.

3. Faktor tak kasat mata : Semua operasi internal komputer tersembunyi dari penglihatan.

Baca Juga :