Ekonomi Pesisir

Ekonomi Pesisir

Istilah ekonomi biru pertama kali diperkenalkan pada tahun 2010 oleh Gunter Pauli melalui bukunya yang berjudul The Blue Economy: 10 years – 100 innovations – 100 million jobs. Ekonomi biru menerapkan logika ekosistem, yaitu ekosistem selalu bekerja menuju tingkat efisiensi lebih tinggi untuk mengalirkan nutrien dan energi tanpa limbah untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi semua kontributor dalam suatu sistem. Selanjutnya, ekonomi biru menitikberatkan pada inovasi dan kreativitas yang meliputi variasi produk, efisiensi sistem produksi, dan penataan sistem manajemen sumber daya.

 Ekonomi biru kemudian berkembang dan sering dikaitkan dengan pengembangan daerah pesisir.Konsep ekonomi biru sejalan dengan konsep  konomi hijau yang ramah lingkungan dan difokuskan pada negara-negara berkembang dengan wilayah perairan (laut), yang biasa dikenal dengan Small Island Development States (SIDS). Ekonomi biru dalam hal ini ditujukan untuk mengatasi kelaparan, mengurangi kemiskinan, menciptakan kehidupan laut yang berkelanjutan, mengurangi risiko bencana di daerah pesisir, dan mitigasi serta adaptasi perubahan iklim. Implementasi ekonomi biru secara global dianggap krusial mengingat 72 persen dari totalpermukaan bumi merupakan lautan. Disamping itu, laut berfungsi sebagai salah satu sumber penyedia makanan dan pengatur iklim dan suhu bumi sehingga kelestariannya perlu dijaga.

  1. Karakteristik masyarakat pesisir

  2. Penduduk dan Masa Pencaharian

Masyarakat pesisir pada umumnya sebagian besar penduduknya bermatapencaharian di sektor pemanfaatan sumberdaya kelautan.

  1. Pola pemukiman dan kehidupan Sehari – hari

Berdasarkan kondisi fisiknya, rumah di pesisir di bagi dalam tiga kategori .

  1. Rumah permanen ( memenuhi syarat kesehatan )
  2. Rumah semi permanen ( cukup memenuhi syarat kesehatan )
  3. Rumah non permanen ( kurang atau tidak memenuhi syarat kesehatan )
  4. sistem Kekerabatan

Hubungan – hubungan sosial antar kerabat dalam masyarakat pesisir masih cukup kuat, perbedaan status sosial ekonomi yang mencolok antar kerabat tidak dapat menjadi penghalang terciptanya hubungan sosial yang akrab di antara mereka.

  1. Ekonomi lokal

Sumber daya laut adalah potensi utama yang mengerakan kegiatan perekonomian desa.Secara umum kegiatan perekonomian tinggi rendahnya produktifitas perikanan. Jika produktifitas tinggi, tingkat penghasilan Nelayan akan meningkat sehingga daya beli masyarakat yang semakin besar  nelayan juga akan meningkat.jika produktifitas rendah tingkat penghasilannyanelayan akan menurun sehingga tingkat daya beli masyarakat rendah. Kondisi demikian sangat mempengaruhi kuat lemahnya kegiatan perekonomian desa.

  1. Pengertian Nelayan

Nelayan adalah orang yang mata pencahariannya melakukan penangkapan ikan. Dalam perstatistikan perikanan perairan umum, nelayan adalah orang yang secara aktif melakukan operasi penangkapan ikan di perairan umum. Orang yang melakukan pekerjaan seperti membuat jaring, mengangkut alat-alat penangkapan ikan ke dalam perahu atau kapal motor, mengangkut ikan dari perahu atau kapal motor,  tidak dikategorikan sebagai nelayan (Departemen Kelautan dan Perikanan,2002)

Nelayan dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu nelayan buruh, nelayan juragan dan nelayan perorangan. Nelayan buruh adalah nelayan yang bekerja dengan alat tangkap milik orang lain. Sebaliknya nelayan juragan adalah nelayan yang memiliki alat tangkap yang dioperasikan oleh orang lain. Sedangkan nelayan perorangan adalah nelayan yang memiliki peralatan tangkap sendiri, dan dalam pengoperasiannya tidak melibatkan orang lain (Subri, 2005)

 Sumber daya nelayan dicirikan oleh pendidikan dan keterampilan yang rendah, kemampuan manajemen yang terbatas. Taraf hidup penduduk desa pantai yang sebagian besar nelayan sampai saat ini masih rendah, pendapatan tidak menentu (sangat tergantung pada musim ikan), kebanyakan masih memakai peralatan tradisional dan masih sukar menjauhkan diri dari prilaku boros (Sitorus, 1994).

Author: ixa8f