Besaran Pokok dan Besaran Turunan

Besaran Pokok dan Besaran Turunan

Kalian sementara SD pasti dulu belajar besaran dan satuan kan? Nah terhadap artikel ini, kami dapat beri kesegaran ingatan kamu berkenaan besaran lebih-lebih dahulu. “Kok flashback sih kak?” gak kenapa-kenapa, flashback itu perlu, sebab nantinya didalam ilmu fisika lanjutan, kamu dapat senantiasa Mengenakan besaran dan satuan ini untuk perhitungan. Yuk ah kami mulai.

Sebelumnya, kalian memahami apa yang disebut besaran? Nah, iyak bener banget, besaran adalah segala sesuatu yang bisa diukur, mudah ya definisinya? Kenapa besaran itu semua yang bisa di ukur? Karena di dunia ini tidak sepenuhnya bisa diukur. Misalnya, kangen kamu ke mantan kamu………….. Oke next.

Jika kalian diminta tolong orang tua kalian ke warung untuk membeli telor, sebelum kalian buka kulkas warung untuk mengambil minuman dingin pajak jalan ke warung, sudah pasti pedagang warung itu dapat bertanya “berapa kilo dik telurnya?”, kamu menjawab “2.000.000 miligram pak!”,”……….” Lalu kamu dikejar-kejar pedagang warung berikut manfaatkan sandal jepit.

Oleh sebab itu, para ilmuwan terdahulu melakukan kesepakatan untuk membuat suatu acuan pengukuran yang seragam untuk kurangi kebingungan didalam melakukan pengukuran, maka itu mereka membuat sistem besaran pokok ini, bukan sebab mereka cemas di kejar dengan sandal jepit oleh pemilik warung ya, ingat!

Bersyukurlah kalian! Besaran pokok yang perlu kalian ketahui hanya ada 7, dan sesungguhnya hanya 7 juga yang disepakati jadi sistem besaran pokok internasional

Apa? Kalian butuh penjelasan? Baiklah, kami mari kami bahas secara singkat kenapa besaran berikut bisa tercipta!

Panjang

Panjang miliki satuan internasional (SI) meter (m). Satu meter didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh sinar didalam selang sementara 1/299.792.458 detik.

Waktu

Waktu miliki satuan internasional (SI) sekon (s). Satu sekon didefinisikan sebagai sementara yang dibutuhkan oleh atom cesium untuk bergetar 9.192.631.770 kali.

Massa

Massa merupakan besaran pokok untuk menentukan jumlah benda. Massa miliki satuan internasional (SI) kilogram (kg). Massa didefinisikan sebagai massa sebuah silinder yang terbuat dari campuran platinum-iridium yang sekarang disimpan di Sevres, Paris, Perancis.

Suhu

Suhu adalah ukuran panas suatu benda. Suhu miliki satuan internasional (SI) kelvin (K). Suhu merupakan besaran pokok yang nilainya bisa segera ditentukan.

Intensitas Cahaya

Intesitas sinar adalah pancaran radiasi monokromatik didalam suatu arah dari satu sumber sinar dengan frekuensi 540 x 1012 Hz yang mempunyai intensitas radian 1/683 watt per radian. Intesitas Cahaya miliki satuan internasional (SI) candela (cd).

Kuat Arus Listrik

Kuat arus listrik adalah besaran pokok yang miliki satuan internasional (SI) ampere (A). Satu ampere adalah kuat arus listrik yang dibutuhkan untuk memindahkan muatan listrik 1 couloumb sepanjang 1 detik.

Jumlah Zat

Jumlah zat adalah besaran yang menunjukkan jumlah elementer zat, baik berupa molekul, unsur, ion, ataupun senyawa. Jumlah zat miliki satuan internasional (SI) mol. Satu mol didefinisikan sebagai jumlah zat yang banyak serupa dengan banyaknya 12 gram atom karbon-12.

Dalam memahami besaran pokok ini, ada sebuah siasat yang bisa kamu gunakan, hafalkan kata sakti mandraguna ini “JIWA SMP”. Singkatan berikut kalau dijabarkan adalah, Jumlah zat (mol), Intensitas sinar (candela), Waktu (sekon), Arus (ampere), Suhu (kelvin), Massa (kg), dan Panjang (meter).

Itulah yang dimaksud dengan besaran pokok. Selain besaran pokok, kami juga mengenal arti besaran turunan, besaran turunan ini adalah satuan besaran yang diturunkan dari besaran pokok, andaikata proporsi atau perkalian 2 besaran pokok dan lain-lain.

Besaran turunan ini ada banyak, supaya kalian dapat memahami seiring berjalannya waktu, sebab untuk sekarang belum banyak digunakan, tetapi ada baiknya kalian melihat gambar berikut. https://www.gurukelas.co.id/

Gambar

Nah, itulah tadi yang disebut dengan besaran pokok dan besaran turunan yang kami bahas secara sekilas, besaran ini dicipkatan unutk memudahkan manusia didalam melakukan perbandingan pengukuran, sebab kalau besaran yang berbeda-beda digunakan dapat menimbulkan kerepotan tersendiri didalam pencocokannya.