Apa yang dimaksud dengan SC

Apa yang dimaksud dengan SC

Apa yang dimaksud dengan SC

Apa yang dimaksud dengan SC
Apa yang dimaksud dengan SC

Sebuah rangkaian atau jaringan perusahaan-perusahaan yang bekerja secara bersama-sama untuk membuat dan menyalurkan produk atau jasa kepada konsumen akhir/pelanggan. Rangkaian atau jaringan ini terbentang dari penambang bahan mentah (dibagian hulu) sampai retailer / toko (pada bagian hilir).

Dalam sebuah SC terdapat tiga aliran:

  • Material
  • Informasi
  • Dan Uang / dana.

Struktur SC yang sederhana

Supply chain yang umum memiliki tahap-tahap:

– Pelanggan

– Retailer

– Wholesaler/ Distributor

– Manufacturer

– Component/ Raw material suppliers

Chain 1 : Suppliers

Jaringan bermula dari sini yang merupakan sumber yang menyediakan bahan pertama, dimana mata rantai penyaluran barang akan mulai.

Chain 1-2: Suppliers ® Manufacturer

Rantai pertama dihubungkan dengan rantai kedua, yaitu manufacturer atau plans atau assembler atau fabricator atau bentuk lain yang melakukan pekerjaan membuat, memfabrikasi, mengasembling, merakit, mengkorversikan ataupun menyelesaikan barang (finishing). Hubungan dengan mata rantai pertama ini sudah mempunyai potensi untuk melakukan penghematan. Tidak jarang penghematan sebesar 40% – 60% , bahkan lebih, dapat diperoleh dari invetory carrying cost dimata rantai ini. Dengan menggunakan konsep supplier partnering misalnya, penghematan ini dapat diperoleh.

Chain 1-2-3-4 : Suppliers ® Manufacturer ® Distribution ® Wholesaler

Barang sudah jadi yang dihasilkan oleh manufacturer sudah mulai harus disalurkan kepada pelanggan. Walau tersedia banyak cara untuk penyaluran barang ke pelanggan, yang umum adalah melalui distributor dan ini biasanya ditempuh oleh sebagian besar supply chain.

Chain 1-2-3-4 : Suppliers ® Manufacturer ® Distribution ® Wholesaler ® Retail Outlets

Pedagang besar biasanya mempunyai fasilitas gudang sendiri atau dapat juga menyewa dari pihak lain. Gudang ini digunakan untuk menimbun arang sebelum disalurkan lagi ke pihak pengecer. Disini ada kesempatan untuk memperoleh penghemtatan dalam bentuk jumlah inventories dan biaya gudang, dengan cara melakukan desain kembali pola-pola pengiriman barang baik dari gudang manufacturer maupun ke toko pengecer (retail outlets)

Chain 1-2-3-4-5 : Suppliers ® Manufacturer ® Distribution ® Wholesaler ® Retail Outlets ® Customers

Dari rak-raknya, para pengecer atau retails menawarkan barangnya langsung kepada para pelanggan atau pembeli atau pengguna barang. Yang termasuk outlets adalah toko, warung, dll. Customer merupakan rantai terakhir yang dilalui dalam supply chain dalam konteks ini sebagai end-user.

Istilah manajemen rantai pasok (supply chain management, SCM). Beberapa pihak memberikan definisi/pengertian manajemen rantai pasok sebagai berikut:

  1. Lambert (1998), menyatakan bahwa SCM merupakan integrasi atas prosesproses bisnis dari pengguna akhir melalui pemasok awal yang menyediakan produk, jasa, dan informasi yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan.
  2. Menurut Simchi-Levi (2002), SCM adalah suatu kumpulan pendekatan yang digunakan untuk mengintegrasikan secara efisien antara pemasok, perusahaan manufaktur, pergudangan, dan toko, sehingga barang diproduksi dan didistribusikan pada kuantitas, lokasi, dan waktu yang benar, untuk meminimumkan biaya-biaya pada kondisi yang memuaskan kebutuhan tingkat

pelayanan.

  1. Menurut Handfield (1999), SCM merupakan integrasi atas kegiatan-kegiatan dalam suatu rantai pasok dengan hubungan yang diperbaiki, untuk mencapai suatu keunggulan bersaing yang berkelanjutan.
  2. Chopra & Meindl (2001), berpendapat bahwa SCM mencakup manajemen atas aliran-aliran diantara tingkatan dalam suatu rantai pasok untuk memaksimumkan keuntungan total.

Sumber : https://dolanyok.com/seva-mobil-bekas/

Author: ixa8f