7 Kebijakan Baru SBMPTN 2019 untuk Kamu Para Pejuang PTN

7 Kebijakan Baru SBMPTN 2019 untuk Kamu Para Pejuang PTN

ada hal baru yang perlu anda ketahui berkenaan SBMPTN 2019 mendatang, lho. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) melakukan pergantian di dalam proses penerimaan mahasiswa baru Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di 2019, terlebih untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

1. Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) formal dihapuskan

Pada pelaksanaan SBMPTN 2019 mendatang cuma dapat tersedia satu metode tes yakni Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Metode Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) formal ditiadakan dan UTBK berbasis Android pas belum diterapkan.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohammad Nasir, optimis bahwa kebijakan baru ini lebih menjamin komitmen adil, transparan, fleksibel, efisien, akuntabel serta sesuai dengan perkembangan teknologi di era digital ini.

2. Ada dua materi tes, yakni Tes Potensial Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA)

Mohammad Nasir mengatakan bahwa materi tes yang dikembangkan di dalam UTBK 2019 adalah Tes Potensial Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA). Untuk TKA dapat tersedia dua kelompok ujian, yakni Saintek dan Soshum. Tes ini dapat mengukur ilmu materi yang diajarkan di sekolah dan yang dibutuhkan untuk sukses di pendidikan tinggi, dengan soal High Order Thinking Skill (HOTS). Dalam TPS, peserta dapat diukur kapabilitas kognitif, penalaran dan pemahaman umum yang diakui penting untuk keberhasilannya di sekolah formal. Tidak dapat tersedia kembali Tes Keterampilan untuk jurusan Olahraga dan Seni diganti dengan menyertakan portfolio non-akademis (seperti SNMPTN).

3. Tes dulu, sanggup nilai, baru daftar ke PTN

SBMPTN th. sebelumnya: tiap tiap peserta pilih universitas dan program belajar yang diinginkan, kemudian baru melakukan tes secara serentak di dalam satu hari.

SBMPTN 2019: peserta perlu terlebih dahulu ikuti tes SBMPTN yakni UTBK. Nantinya nilai dari tes selanjutnya sanggup digunakan untuk pendaftaran pada universitas dan program belajar yang dituju. Calon mahasiswa baru sanggup pilih program belajar setelah mendapatkan hasil nilai.

4. Hasil dapat berbentuk nilai

Jika pada tahun-tahun pada mulanya nilai SBMPTN tidak pernah terlihat dan tidak dapat diketahui oleh peserta, maka pada SBMPTN 2019 anda dapat sanggup memandang hasil dari nilai ujian. Hasil tes ini dapat terlihat di dalam wujud nilai dan sanggup digunakan untuk mendaftar di PTN yang diinginkan.

5. Peserta sanggup ikuti tes maksimal 2 kali

Peserta tes cuma sanggup ikuti UTBK maksimal sebanyak 2x. Tujuan dari dilakukannya kebijakan ini ialah untuk menjaring calon mahasiswa yang berkualitas. Jadi, jikalau anda tidak cukup senang dengan hasil tes yang pertama, anda boleh turut tes lagi. Hasil dari ke dua tes sanggup dijadikan nilai acuan bagi PTN yang dituju. Menteri Nasir termasuk mengatakan peserta sanggup menggunakan nilai tertingginya di dalam mendaftar program belajar yang diinginkan. Dalam dua kali UTBK, model soal yang diujikan dapat sama, tetapi pertanyaannya tentu saja dapat berbeda.

Tes dapat berjalan sepanjang periode Maret-Mei 2019 (12 hari), sebanyak 24 gelombang tiap hari Sabtu dan Minggu. Untuk ikuti tes, peserta diharuskan membayar sebesar Rp200.000, layaknya pada th. sebelumnya. Nah, jikalau anda menginginkan melakukan tes untuk ke dua kalinya, anda dapat dikenakan bayaran kembali dengan kuantitas yang sama.

6. Seleksi masuk PTN th. 2019 dapat dijalankan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT)

UTBK dapat diselenggarakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Lembaga nirlaba ini dapat berguna untuk mengelola dan memproses information calon mahasiswa baru untuk bahan seleksi jalur SNMPTN dan SBMPTN oleh rektor PTN. Selain itu, mereka termasuk dapat bertugas untuk melakukan UTBK. LTMPT ini dulunya berasal dari Panitia Pusat Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri (Panpus SNPMB PTN). Jika dulunya panitia ini berbentuk ad hoc, atau berubah tiap tiap tahun, kali ini mereka dapat jadi lembaga permanen dan berkantor di Jakarta.

7. Kuota SBMPTN th. ini sedikitnya 40 persen

Pola seleksi masuk PTN 2019 dapat dijalankan melalui tiga jalur yakni SNMPTN dengan daya tampung sedikitnya 20%, SBMPTN dengan daya tampung sedikitnya 40% dan Seleksi Mandiri maksimal 30% dari kuota daya tampung tiap program belajar di PTN.

Selengkapnya : https://www.ruangguru.co.id/